Oleh: RF
PAPUAinside.id, WAMENA–Wabup Jayawijaya, Ronny Elopere, mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, untuk menyusun program pembangunan yang menjawab kebutuhan riil Orang Asli Papua (OAP).
Seruan ini disampaikannya saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Rencana Aksi Program (RAP) Otonomi Khusus (Otsus) Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026 di Gedung Wio, Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Kamis (24/4/2025).
Dalam sambutannya, Wabup Ronny menekankan pentingnya Musrenbang Otsus sebagai forum strategis untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat OAP, terutama di sektor-sektor krusial seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Khusus untuk Musrenbang Otsus, saya berharap kepada bapak/ibu pimpinan OPD untuk dapat melihat persoalan yang ada di masyarakat Orang Asli Papua, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Wabup Ronny.
Ia menambahkan, seluruh program yang diusulkan seharusnya mampu menjawab permasalahan yang masih dihadapi oleh masyarakat asli Papua, guna mewujudkan tujuan dari Otonomi Khusus, yakni tercapainya Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif.
“Jadi selain Musrenbang RKPD, hari ini kita juga melaksanakan Musrenbang Otsus, untuk melihat setiap program, kegiatan, dan sub-kegiatan yang dapat mendukung pencapaian indikator Otsus,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wabup juga mengingatkan para pimpinan OPD untuk lebih bijak dalam menyusun anggaran, dengan menghindari dominasi belanja operasional kantor.
Ia menegaskan bahwa anggaran harus diarahkan secara maksimal untuk program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Perlu diingat bahwa tantangan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya dari tahun ke tahun semakin berat, termasuk kemampuan daerah dalam pendanaan pembangunan di seluruh wilayah kabupaten Jayawijaya,” kata Elopere.
Ia menekankan bahwa pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, tidak bisa sekaligus, namun harus dirancang secara sistematis agar dampaknya terasa dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Jayawijaya yang sejahtera.
Musrenbang RKPD dan RAP Otsus ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan, sebagai bagian dari komitmen bersama membangun Jayawijaya yang lebih baik dan inklusif, dengan menjadikan masyarakat OAP sebagai pusat dari perencanaan dan pembangunan. **













