Disiplinkan ASN, PJ Bupati Puncak Terapkan Absensi Manual Saat Apel Pagi

Penjabat Bupati Puncak Ir, Darwin Tobing, saat memimpin apel di halaman Kantor Bupati Puncak, Senin (06/11/2023). (foto: Diskominfo Puncak)

PAPUAInside.id, ILAGA—Untuk mendisiplinkan ASN hadir di kantor, Pj Bupati Puncak Ir Darwin Tobing menerapkan absebsi manual setiap kali dilakukan apel pagi, seperti yang terlihat pada saat apel gabungan ASN, TNI POLRI Senin (06/11/2023) di halaman kantor, Ilaga.

“Kehadiran ASN sangat diharapkan berada di Kabupaten Puncak, karena dari evaluasinya ternyata banyak yang berada di luar tempat tugas. Tujuan absensi saat apel agar mengontrol dan memenuhi tujuan dari tugas serta tanggung jawab kita di Kabupaten Puncak. Ini penting dan harus dilaksanakan rutin setiap hari senin,” kata PJ Bupati Puncak.

Dikatakan, ASN lebih banyak di luar daerah dengan alasan keamanan, tapi kita juga harus menunjukkan tanggung jawab kita di tengah masyarakat.

Mantan Kepala Bappeda ini mengibaratkan Kabupaten Puncak seperti rumah yang harus ditinggali, jika ditinggal kosong sudah pasti akan dipenuhi sarang lebah, debu dan juga banyaknya cerita gaib.

“Sama juga dengan Kabupaten Puncak jika aparaturnya tidak ada di tempat tugas, maka jadi seperti kota hantu. Jadi saya harapkan semua ASN ada di tempat tugas, karena dengan adanya ASN di tempat tugas di harapkan menghidupkan kembali Kota Ilaga dan tidak akan ada lagi kesan kota hantu,” katanya.

Setelah apel pagi, PJ Bupati langsung memimpin rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), diikuti TPID Pemda Puncak, Pimpinan BUMD, Pihak Aviasi Penerbangan dan BUMD Grosir.

“Rapat dengan tim pegendali inflasi daerah ini, untuk mencari solusi terhadap keadaaan inflasi yang sudah dirasakan masyarakat di Puncak, baik harga tiket pesawat yang meninggi dan juga harga barang,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Jumat (03/11/2023) warga menggelar demo di halaman Kantor Bupati memprotes tingginya harga barang kebutuhan di Pasar Ilaga dan menuntut pemerintah menormalkannya kembali “Peningkatan harga-harga yang di Pasar Ilaga begitu juga harga tiket, perlu diketahui di Kabupatenn Puncak segala angkutan hanya di lakukan dengan pesawat (transtportasi udara),” tambahnya.

Harga tiket saat ini 1,8 Juta untuk pesawat Pemda Puncak, untuk aviasi lain mencapai Rp 2,5 juta- Rp 3 juta. ‘’Dengan adanya peningkatan tarif penerbangan di wilayah Kabupaten Puncak inilah yang menjadi salah satu pemicu naiknya harga-harga barang saat ini,’’ ujarnya.

Dalam rapat TPID diharapkan ada langkah-langkah yang ditempuh oleh BUMD dan pihak aviasi sehingga bisa menekan harga tiket yang nantinya akan diikuti penurunan harga di pasar. ** (Diskominfo Puncak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *