Oleh: Nethy DS|
PAPUAInside.com, JAYAPURA— Andaikan tidak ada Siswa Dikjurtaif (Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri) Rindam XVII/Cenderawasih yang menemukan, tidak tahu apa yang terjadi pada Wem Mitne (80) warga Okbab Pegunungan Bintang yang saat ini tinggal bersama anaknya di Kampung Toladan Sentani.
Dia ditemukan tak berdaya oleh Epitus Mallo, siswa Dikjurtaif Nosis 704 klas C yang sedang melaksanakan praktek di luar Rindam XVII/Cenderawasih, di sekitar tower Pemancar TVRI Kompleks Ifar Gunung, Sentani.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kol CPL Eko Dariyanto dalam rilisnya, Selasa (19/05/2020) menuliskan, saat ditemukan oleh Siswa Epitus Malo, Mitne dalam keadaan terbaring di tanah tidak bergerak.

Epitus lalu mendekati orang yang terbaring tersebut. Berbekal ilmu yang diperoleh dalam pendidikan, dia lalu memeriksa apakah orang tua itu masih hidup. ‘’Kemudian Siswa Epitus Malo memeriksa apakah bapak tersebut masih hidup atau tidak dengan melihat pergerakan naik turunnya rongga dada, mendengarkan detak jantung, mengecek nafas yang keluar dari hidung serta meraba nadi ditangan sesuai ilmu yang pernah didapat di Rindam XVII/Cenderawasih,’’ jelas Kapendam.
Karena yakin masih hidup, Epitus lalu menepuk pundak orang tua tersebut untuk membangunkannya.
Saat terbangun Mitne langsung mengucapkan kata telepe, bahasa dari salah satu daerah di Pegunungan Bintang yang artinya selamat sore. ‘’Dia ucapkan sangat pelan kemudian orang tua itu berkata lagi jendepman yang artinya saya lapar,’’ jelas Kapendam Eko.
Untungnya Epitus Malo juga berasal dari Pegunungan Bintang jadi langsung memahami arti kata yang diucapkan Mitne.
Mendengar ucapan tersebut Malo menuju ke tempat Lettu Inf Juhari selaku Gumil untuk menyampaikan penemuan dan keluhan dari orang tua tersebut.
Epitus dan Lettu Juhari lalu menuju ke tempat Mitne memberinya makan dan minum. Setelah makan orang tua dievakuasi ke KSA Rindam untuk pemeriksaan kesehatan.
Di KSA, Mitne di periksa Serma Ahmad Taufik, diberikan obat untuk pemulihan kesehatannya.
‘’Saat diperiksa kesehatan Mitne ditanya asal usulnya dan setelah mendapat keterangan, pihak Rindam menghubungi Nanas Mitne anak dari orang tua tersebut yang tinggal di Asrama Okbab Kampung Toladan Sentani,’’ jelas Kapendam.
Setelah dihubungi Nanas Mitne dan Kosmas Mitne menjemput orang tuanya di Rindam. ‘’Nanas dan Kosmas berterima kasih kepada pihak TNI yang sudah temukan orang tuanya serta merawatnya,’’ ujar Kapendam Eko.
Sebelum ditemukan Siswa Epitus Malo, Mitne ternyata sudah seminggu hilang dan sedang dicari keluarganya. **













