Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak senjata api.
Peristiwa itu terjadi pada insiden pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Sebelumnya, jenazah diterbangkan dari Timika pada pukul 16.30 WIT menggunakan Pesawat Boeing 737 (AI-7304) dan tiba di Jayapura pada pukul 17.30 WIT.
Setibanya di Jayapura, dilaksanakan prosesi ibadah penguatan yang dipimpin oleh Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You. Selanjutnya, dilakukan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke RSUD Bhayangkara untuk menjalani visum oleh Dokter Spesialis Forensik beserta tim.
Sekitar pukul 23.55 WIT, usai pelaksanaan visum, jenazah kemudian diserahterimakan kepada perwakilan PT. AMA.
Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap jenazah, pihaknya menemukan beberapa luka pada tubuh korban.
“Terdapat Luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan, Luka lecet pada sisi kanan kepala, Patah tulang rahang atas kiri dan kanan. Patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit,” jelas Karumkit.
Kata dia, jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan.
“Pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen. Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” tambah Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua.
Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz Kombes Pol I. G. G. Era Adinata, menambahkan, sejak terjadinya peristiwa penembakan tersebut, pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip. Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin M. Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” jelas Kasatgas Gakkum.
Namun demikian, kata Kasatgas Gakkum, hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak masih didalami oleh penyidik.
“Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa. Selain itu, kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga,” papar Kasatgas Gakkum.
Dari profil yang dimiliki, kelompok ini tergolong kelompok baru dengan persenjataan yang masih terus diidentifikasi tim Ops Damai Cartenz 2026.

Personel Operasi Damai Cartenz 2026 menggelar konferensi pers di Jayapura usai insiden pembakaran pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) yang menewaskan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin (29). (Foto: Papuainside.id/Faisal Narwawan)
Terkait motif penyerangan, penyidik menyebut bahwa kelompok tersebut sebelumnya sempat menyampaikan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi. Namun demikian, aparat menegaskan bahwa motif pasti penyerangan masih terus didalami melalui proses penyidikan yang sedang berlangsung.
Menanggapi narasi yang beredar di media sosial mengenai tuduhan bahwa PT AMA terlibat dalam aktivitas selain misi kemanusiaan, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo membantah informasi tersebut.
Kasatgas Humas mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen PT AMA serta Uskup Jayapura selaku pimpinan misi.
“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” ujar Kasatgas Humas.
Ia menegaskan bahwa PT AMA murni menjalankan pelayanan bagi gereja-gereja dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional guna mengungkap seluruh pelaku beserta motif di balik penembakan yang menewaskan pilot asing tersebut, sekaligus memberikan kepastian hukum atas peristiwa yang menjadi perhatian nasional maupun internasional tersebut. **













