Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, BIAK—Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, SSTP, MSi dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), bersama sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat TNI/Polri di Provinsi Papua.
Pengukuhan ini dilakukan langsung Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Sp, OG (K) di sela-sela kegiatan Forum Diskusi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Papua di Swiss-Belhotel Cenderawasih Biak, Rabu (15/3/2023).
Triwarno usai pengukuhan mengatakan, pihaknya mengapreasi pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan ini penting untuk menjadi catatan dan perhatian, terutama di kabupaten Jayapura, sesuai dengan prioritas nasional, untuk menurunkan angka stunting dibawah 16 persen.
“Kami terus melakukan langkah-langkah dan upaya dalam rangka penanganan stunting di kabupaten Jayapura,” tuturnya.

Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, SSTP, MSi dan rekan, berpose bersama Kepala BKKBN Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Sp, OG (K) di sela-sela kegiatan Forum Diskusi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Papua di Swiss-Belhotel Cenderawasih, Biak, Provinsi Papua, Rabu (15/3/2023).
Prevalensi Stunting di Kabupaten Jayapura 13,79 Persen
Triwarno juga menyampaikan klarifikasi bahwa sesuai dengan angka yang disampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Jayapura adalah 20,2 persen.
Namun sesuai data pada Pemkab Jayapura bahwa prevalensi stunting di kabupaten Jayapura 13,79 persen.
“Ini adalah langkah-langkah dan upaya yang kami laksanakan secara menyeluruh atau komprehensif di kabupaten Jayapura sampai di tingkat kampung,” ujarnya.
“Kami memahami bahwa perbedaan ini tentunya kemungkinkan disebabkan cara dan metode yang berbeda, tapi kami tetap berusaha untuk melaksanakan langkah-langkah penanganan stunting dalam rangka mencapa target sesuai dengan target nasional,” ujarnya lagi.
Triwarno menjelaskan, upaya-upaya penanganan stunting di Pemkab Jayapura di tahun 2023, antara lain, pelaksanaan pengukuruan tinggi badan bagi bayi, sejak bulan Pebruari lalu, yang dirangkaikan dengan pelbagai kegiatan, seperti pemberian vitamin A, obat cacing bagi balita, makanan tambahan lokal dan juga tablet tambah darah, terutama bagi siswa di tingkat SMP dan SMA. **














