ODP Naik Drastis, Pemkab Tolikara Wajib Rapid Test

Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K). (Foto: Dok/Papuainside.com)

Oleh: Ignas Doy  I     

PAPUAInside. com, JAYAPURA—Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) khususnya di Kabupaten Tolikara mengalami kenaikan drastis dalam pekan ini. Pasalnya, ODP di wilayah ini hingga Kamis (25/06/2020) pukul 18.30 WIT  bertambah  76 kasus, sehingga menjadi 281 kasus.

Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), yang dikonfirmasi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Kota Jayapura, Kamis (25/06/2020), mengaku kenaikan drastis jumlah ODP di Tolikara menunjukkan terjadi pergerakan melalui jalur tradisional.

“Saya nggak tahu sampai saat ini pergerakan transportasi darat dari Wamena ke Tolikara masih jalan atau tidak. Kalau itu juga jalan, maka itu salah- satu penyebab. Tapi ingat ODP belum berarti positif kan,” terangnya.

Selain itu, katanya, kalau ODP naik drastis itu berarti kerja dari tim surveilance di Tolikara itu luar biasa menemukan kasus sedini mungkin.

Meski demikian, ucap dia, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara wajib melakukan rapid test  dan isolasi terhadap ODP.

“Kami Tim Satgas Covid-19 Papua siap memberikan pendampingan, jika dibutuhkan,” terangnya.

Dikatakannya, kalau warga mau melakukan isolasi mandiri harus dipastikan bahwa pada saat melakukan isolasi mandiri warga mematuhi protokol kesehatan, seperti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain-lain.

Menurut dia, ia menghimbau petugas -petugas kesehatan harus memantau warga dengan ketat. Tapi kalau warga  tak mau melakukan isolasi mandiri dan menganggap lebih menguntungkan melakukan isolasi di tempat- tempat yang disediakan pemerintah.

Karena itu, tambahnya, petugas kesehatan dan Pemkab Tolikara juga harus memastikan dan memenuhi kebutuhan- kebutuhan mereka.

“Tapi yang lebih penting dari pada itu protokol kesehatan harus dijaga bersama baik oleh petugas kesehatan dan juga masyarakat yang saat ini melakukan isolasi,” pungkas dia. **