Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Menoken Mambesak bakal hadir perdana pada peringatan HUT Mambesak ke-46 Tahun 2024.
Acara Pembukaan Menoken Mambesak pada peringatan HUT Mambesak ke-46 Tahun 2024 digelar di Halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, 5 Agustus 2024.
Acara Penutupan Manoken Mambesak 9 Agustus 2024 sekaligus peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2024.
Peringatan HUT Mambesak ke-46 adalah kolaborasi Museum Loka Budaya Uncen Jayapura dan The Samdhana Institute.
Kegiatan ini direncanakan dibuka langsung Rektor Uncen Dr Oscar Oswald O Wambrauw, SE, MSc, Agr.
Panitia Pelaksana Menoken Mambesak HUT Mambesak ke-46, menggelar Rapat Koordinasi di Ruangan Museum Loka Budaya Uncen, Senin (29/7/2024) petang.
Turut hadir Kurator Museum dan Ketua UPT Museum Loka Budaya Uncen Jayapura Enrico Yory Kondologit, SSos, MSi, Papua Coordinator The Samdhana Institute Piter Roki Aloisius, Ketua Insoscom Papua dan Papua Folks Fiesta Aldrin Sawaki, Staf Dewan Adat Papua/YADUPA Yappi Rumbrar, Staf YADUPA Bastian Leonardo Imbiri, Staf Papua Voices Feby Y Yerisetouw, Staf Papua Voices Dion Kafudji dan Staf Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXII Provinsi Papua Cahya Putra.
Enrico menjelaskan, kegiatan menoken mambesak bertujuan. Pertama, mempromosikan, melestarikan dan mengembangkan budaya Papua. Kedua, menjalin dan membina harmonisasi budaya lintas entik di Papua.
Ketiga, membangun penyadaran kepada generasi muda tentang peran dan fungsi kebudayaan sebagai upaya menjalin integrasi sosial budaya yang menunjukan indentitas bangsa yang majemuk.
Keempat, mendorong pemahaman berbagai pihak, agar menetapkan bulan Agustus sebagai bulan budaya di Tanah Papua.
Dikatakan Enrico, kegiatan ini mengusung tema Menoken Mambesak.
“Tema tersebut merupakan refleksi kepada berbagai pihak, agar bersama-sama memikirkan dan merumuskan peta jalan kebudayaan Papua mulai dari sekarang dan di masa yang akan datang,” ujar Enrico.
Menurut Enrico, kegiatan menoken mambesak diisi pentas seni budaya, pameran kuliner khas Papua, pameran asesoris budaya Papua, pameran informasi budaya Papua, pameran benda budaya Papua, diskusi budaya pemutaran film dokumenter, antara lain, Sampari, Mgo Wor In’do Na Mgo Mar dan Noken Rahim Ibu.
Untuk diketahui, Mambesak adalah grup musik rakyat Papua, yang dibentuk tahun 1978 di Uncen Jayapura oleh Arnold Ap, Eddy Mofu, Sam Kapisa, Yoel Kafiar, dan Martiny Sawaki.
Ide dasar terbentuknya grup ini adalah untuk mengangkat musik daerah Papua, yang berakar pada lagu-lagu dan tarian rakyat, dan menampilkannya dalam bentuk nyanyian dengan peralatan ukulele (gitar kecil), tifa (kendang khas Papua), bass, dan gitar.
Lagu-lagu Mambesak dipopulerkan oleh siaran radio Pelangi Budaya dan Pancaran Sastra di Studio RRI Nusantara V Jayapura setiap hari Minggu siang.
Sedangkan Menoken adalah kegiatan merajut tindakan dan membangun wadah untuk menyambungkan komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas.
Dengan demikian, menoken ingin didasarkan sepenuhnya pada filosofi noken itu sendiri, yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan.
Aldrin Sawaki mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya kehadiran Menoken Mambesak dalam HUT Mambesak ke-46.
“Mambesak dan menoken mempunyai kesamaan, yakni mengangkat kembali kekayaan budaya Papua, agar tetap lestari dan abadi,” terang Aldrin Sawaki.
Berikut ini rangkaian kegiatan Menoken Mambesak.
Tanggal 6-7 Agustus 2024 di Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.
8-9 Agustus 2024 di Klisi, Kampung Yansu, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Puncak Manoken Mambesak diisi peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2024, dengan kegiatan menanam satu orang satu pohon atau one man one tree. **













