Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA–Asisten I Sekda Jayawijaya, Drs.Tinggal Wusono, MAP secara resmi membuka kegiatan Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tingkat Dasar di Wamena, Selasa (27/9/2022).
Mewakili pemerintah, dirinya mengapresiasi kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diskebudpar) Kabupaten Jayawijaya, yang telah mengundang kelompok yang mempunyai kemampuan untuk menganyam noken dengan mendatangkan langsung pelatih yang berkompeten.
“Diharapkan dengan pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan dari bapak ibu dalam melakukan pengolahan bahan dasar penganyaman, dan anyaman yang akan dilakukan,” katanya.
Lanjut asisten I, pemerintah daerah tentu sangat mengharapkan agar para peserta yang dilatih nantinya bisa meningkatkan kemampuan dan mendayagunakan potensi yang ada di tempat masing-masing, sehingga nantinya anyaman yang dihasilkan bisa meningkatkan daya dukung kepariwisataan dan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Perlu saya tegaskan, keterampilan dan anyaman menjadi icon kabupaten ini, dan sebagai bagian pengembangan industri kreatif di Jayawijaya,” ungkapnya.

Dirinya yakin, karena pelatihan ini terkait dengan kamampuan pengembangan anyaman dan ini menjadi bagian turun temurun nenek moyang masyarakat Jayawijaya, sehingga perlu untuk selalu diasah dan kemampuan tersebut dapat diturunkan kepada anak-anak cucu.
Jangan sampai noken yang sudah ditetapkan UNESCO menjadi bagian warisan dunia, lama-kelaman akan punah karena tidak diwariskan bagaimana cara melakukan anyaman, dan bagaimana bentuk-bentuk noken yang dahulu menjadi bagian yang dikembangkan.
“Hari ini pemerintah datangkan pelatih, termasuk memfasilitasi peserta bagaimana untuk memintal benang dari bahan kulit pohon di sekitar lingkungan masing-masing. Dengan adanya mesin nanti, maka diharapkan tingkat kualitas daripada anyaman yang dihasilkan akan semakin baik dan harapannya juga peserta tidak capek-capek menggunakan tenaga manual, jadi efektifitas waktu yang bapak ibu gunakan akan semakin memadai,” tuturnya.
Atas nama pemerintah daerah, Tinggal Wusono berpesan agar nantinya barang-barang yang diserahkan kepada bapak ibu, dirawat dengan baik, dan digunakan dengan baik untuk kemajuan kelompok peserta masing-masing.
“Muda-mudahan dengan pelatihan singkat selama dua hari ini, bisa kita manfaatkan secara baik sehingga kemampuan juga meningkat, dengan kegiatan ini kebersamaan kelompok semakin solid dan harapan kami juga muda-mudahan nanti hasil yang dikerjakan bisa diikutkan dalam kegiatan berskala daerah, provinsi dan nasional,” pungkasnya. **













