Pokdarwis Yotoro Siapkan Lahan 3 Hektar untuk Tanam Jagung di Kwadeware

Persiapan penanaman jagung di Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: Glory Norotumilena)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI—Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Yotoro berkolaborasi dengan Komunitas Tuli Jayapura sedang mempersiapkan lahan seluas 3 hektar, untuk penanaman jagung super  BISI-18 di Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Kegiatan penanaman jagung ini didukung Papua Samdhana Institute.

Hal ini disampaikan Koordinator Program Papua Samdhana Institute Piter Roki Aloisius, didampingi Samdhana Institute Ambrosius Ruwindrijarto dan  Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Yotoro Anton Marweri, Senin (4/9/2023).

Roki mengatakan, Pemuda Yotoro dan Komunita Tuli Jayapura telah  mempersiapan lahan 3 hektar yang telah dipagar, untuk menghindari hama, terutama hama sapi atau babi, karena lahan ini dekat hutan sagu, sehingga masih banyak babi hutan.

Lahan ini akan dibajak menggunakan traktor membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari. Selanjutnya akan dilakukan penanaman jagung.

Untuk bibit jagung, ujar Roki, pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura telah bersedia membantu bibit jagung super  BISI-18 dan alat tanam jagung.

Roki memperkirakan jagung akan dipanen pertiga bulan, dengan produksi per hektar kurang lebih sekitar 5-6 ton.

“Jadi kalau lahan ini bisa ditanam 3 hektar, maka diharapkan produksi sekitar 10-15 ton, dengan harga rata-rata saat ini  di pasaran biji jagung kering kurang lebih Rp 4.000-5.000 per kg. kita ambil rata-rata Rp 4.000 per kg. Kalau misalnya 3 hektar berarti produksi 15 ton diperkirakan 15 ton X Rp 4.000 berarti total Rp 50- 60 juta,” jelas Roki.

Menurut Roki, hasil panen jagung ini akan dilepas ke pasaran lokal di Jayapura.  Pasar lokal sudah cukup bagus, karena kebutuhan jagung di Jayapura sendiri cukup tinggi.

Roki menuturkan, berdasarkan informasi kini di Jayapura para peternak masih sangat tergantung dengan jagung impor dari luar Papua. Hal ini membuat pemerintah daerah terus berupaya mendorong untuk bisa produksi lebih tinggi, untuk dapat memenuhi kebutuhan jagung untuk lokal.

Sementara itu, Ruwindrijarto mengatakan, pihaknya sebagai fasilitator dan pendamping Komunitas Tuli Jayapura dan Pokdarwis Yotoro, untuk penanaman jagung.

“Penanaman jagung pasti ada prospek, manfaat dan potensial pengembangkan pertanian dan usaha, untuk kehidupan mereka kedepan,” jelasnya.

Anton Marweri mengatakan, lahan seluas 3 hektar ini sebelumnya ditanam keladi, ubi, pisang, sayur lilin, sayur gedi dan lain-lain. Tapi sudah lama tak dikelola lagi.

“Tapi kami optimis tanaman jagung akan tumbuh dan memberi hasil yang bagus,” tuturnya. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *