Jan Jap Ormuseray Ajak Gereja Selamatkan Hutan dan Manusia Papua

Kepala DKLH Papua, Jan Jap Ormuseray, SH, MSi menabuh Tifa, ketika membuka Sidang Klasis GKI ke-4 Tanah Merah Barat di Jemaat GKI Marthen Luther Demta, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Senin (3/10/2022). (Foto: Istimewa)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, SENTANI—Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua, yang juga Ondoafi Kampung Yongsu DesoyoJan Jap Ormuseray, SH, MSi secara resmi membuka Sidang Klasis GKI ke-4 Tanah Merah Barat di Jemaat GKI Marthen Luther, Kampung Demta, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (3/10/2022).

Ormuseray saat menyampaikan materi, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui DKLH telah  berkomitmen membangun kerjasama  dalam upaya penyelamatan manusia, tanah dan lingkungan hidup di Papua.

Hal itu sesuai rekomendasi Sidang Sinode GKI di Tanah Papua ke-18 di Waropen, warga GKI di Tanah Papua, untuk memperhatikan langkah langkah dalam upaya penyelamatan manusia, tanah dan hutan serta menjaga lingkungan hidup.

Karena itu, Pemprov Papua melalui DKLH  terus berperan aktif dalam upaya kampanye penyelamatan manusia, hutan dan lingkungan hidup di Papua.

Perubahan Iklim Global

Kehadirannya dalam berbagai kegiatan gereja saat ini lebih memberikan dukungan bagi seluruh warga gereja, untuk sama-sama berjuang dalam misi penyelamatan manusia, tanah dan hutan serta lingkungan hidup.

“Hari ini harus disadari  bahwa terjadi perubahan iklim global sangat luar biasa. Perkembangan yang terjadi saat ini, perubahan cuaca yang sangat signifikan, pemanasan global  sedang terjadi, es di kutub sedang mencair, karena perilaku manusia yang tidak menjaga lingkungan dengan baik,” ujarnya.

Kepala DKLH Papua, Jan Jap Ormuseray, SH, MSi dikalungi selendang, ketika menghadiri Pembukaan Sidang Klasis GKI ke-4 Tanah Merah Barat di Jemaat GKI Marthen Luther Demta, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, Senin (3/10/2022). (Foto: Istimewa)

Karena itu, di Papua melalui gereja, juga seluruh elemen masyarakat terus menyuarakan upaya upaya penyelamatan lingkungan hidup.

Salah satu program yang sedang digalakan pemerintah mulai dari tingkat pusat sampai daerah melalui instansi terkait, bagaimana menjaga lingkungan hidup itu dengan tak lagi merusak hutan, menebang pohon dan merusak lingkungan hidup. Tapi menggerakan semua orang untuk lebih peduli terhadap upaya penyelamatan lingkungan hidup.

“Hari ini trend di dunia, bukan lagi menebang pohon, tapi menanam pohon. Pemerintah Indonesia juga dengan beberapa negara di dunia, sudah merekomendasikan upaya upaya penyelamatan lingkungan dengan kegiatan optimalisasi, jasa lingkungan yaitu melalui program eko wisata dan pengembangan hasil hutan bukan kayu. Jadi tidak tebang pohon, kita tanam pohon, tapi kita dapat uang, ini bukan cerita hoax, yang saya ceritakan ini sudah benar-benar dijalankan,” terangnya.

Ia menambahkan, dengan tak merusak hutan, tak merusak lingkungan hidup, itu bagian dari upaya untuk penyelamatan manusia Papua.

“Apabila terjadi kerusakan lingkungan, maka sudah pasti akan berdampak buruk bagi keberadaan manusia,” ungkapnya.

Isu Isu Strategis

Sementara itu, Ketua BP AM Wilayah 1 Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Frans Mambrasar, STh, MM mengatakan Sidang Klasis GKI ke-4 Tanah Merah Barat ini membahas sejumlah isu strategis, antara lain, tanah, kesejahteraan, kedamaian, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),      hutan lindung Papua, pembangunan infrastruktur  dan lain-lain.

Khusus untuk kesejahteraan dan lingkungan hidup, tukas Mambrasar, GKI di Tanah Papua berbicara berdasarkan basis data, antara lain, berapa banyak warga yang belum sejahtera, berapa warga yang tak hadir baik di gereja.

Ia berharap GKI mulai menyerukan supaya semua umat  dilarang  membuang sampah sembarangan, karena bakal merusak lingkungan.

Ia juga berharap juga dalam pembahasan ini nantinya ada rekomendasi yang dilahirkan berkaitan dengan isu isu strategis ini. **