Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside. id, JAYAPURA—Sebanyak 16 jenazah korban kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berhasil dievakuasi dan diidentifikasi tim DVI Polri.
Para pendulang emas ini terpaksa dimakamkan secara massal di Dekai, Yahukimo karena pertimbangan medis.
“Ya, karena kondisi jenazah yang sudah tidak memungkinan untuk dikirim sehingga dimakamkan di Dekai,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo.
Hal senada disampaikan Direktur RSUD Dekai, Dr Glenn M Nurtanyo. Dalam keterangannya, Dr Glenn menyampaikan bahwa proses pemakaman dilakukan langsung di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Hal ini didasarkan pada kondisi jenazah yang sudah mengalami dekomposisi berat dan tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke daerah asal masing-masing.
“Kondisi jenazah saat ini sudah mengalami proses dekomposisi atau pembusukan, sehingga tidak memungkinkan untuk diberangkatkan atau diterbangkan ke luar dari Dekai. Karena dalam kondisi seperti ini, jenazah bisa menjadi infeksius dan berpotensi menyebarkan infeksi,” jelasnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa pemakaman di Dekai dilakukan karena alasan biaya. Menurutnya, keputusan ini murni karena alasan medis demi mencegah risiko penyebaran penyakit.
“Jadi perlu kami luruskan, ini bukan karena alasan biaya atau alasan lain sejenisnya, tetapi murni karena pertimbangan medis agar risiko penyebaran infeksi tidak meluas,” tegas Dr Glenn. **













