TPNPB Akui Tembak Tim Pencari Fakta Kasus Intan Jaya

Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Intan Jaya sebelum naik pesawat menuju ke Sugapa Intan Jaya, Kamis (08/10/2020). (foto: istimewa)

Oleh: Nethy DS|

PAPUAInside.com, JAYAPURA— TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) mengaku dan bertanggungjawab sebagai pelaku penembakan terhadap rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Intan Jaya yang melukai Bambang Purwoko Dosen UGM dan anggota TNI Sertu Faisal Akbar (Satgas Apter Hitadipa).

‘’Ya TPNPB bertanggungjawab, itu keputusan kami, dan dengan tuntutan bahwa kami menolak Tim investigasi bentukan Menkopolhukam Mahmud MD dan kami minta tim independen yang harus investigasi yaitu PBB, Komnas HAM, LSM HAM dan Gereja,’’ tulis juru bicara TPNPM Sebby Sambom dalam rilis yang diterima PAPUAInside.com, di Jayapura, Kamis (09/10/2020).

Bambang Purwoko terkena peluru di pergelangan kaki kiki dan pergelangan tangan kiri sementara Sertu Faisal tertembak di bagian perut.

Penembakan terjadi saat TGPF kembali dari Kampung Hitadipan melihat lokasi dan rekonstruksi penembakan Pendeta Jeremia Zanambani pada 16 September 2020 lalu.

Ditengah perjalanan, tim yang dipimpin Benny Mamoto diserang kelompok OPM mengakibatkan dua orang terluka.

‘’Kodap VIII Intan Jaga di bawah Komando wakil Panglima Sabinus Waker, dan semua komandan-komandan battalion, kerja sama untuk lakukan perang revolusi tahapan,’’ jelas Sebby.

Penyerangan ini kata Sebby sudah diumumkan sebelumnya melalui video. ‘’Di video kami sudah umumkan bahwa TPNPB tolak tim investigasi bentukan Mahmud MD, jadi itu sikap kami TPNPB,’’ tandasnya.

Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Intan Jaya tiba di Sugapa, Kamis (08/10/2020) untuk mendapatkan informasi dan data-data dari lapangan termasuk melihat rekonstruksi di tempat kejadian.

Tim dipimpin Benny Mamoto dan diberikan waktu selama dua minggu untuk mengumpulkan informasi dan data-data. **