Setiap Hari Samuel Kudupa Berlajar Bersama Satgas Rasaka Cartenz di Polsek Mapia

Samuel Kudupa yang sedang berlajar bersama personel Binmas Polsek Mapia, Polres Dogiyai, Papua Tengah. (foto: Humas Polda Papua)

PAPUAInside.id, JAYAPURA— Samuel Kudupa (12) seorang pemuda putus sekolah di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah mendatangi Polsek Mapia untuk belajar membaca dan menulis bersama personel Ops Rasaka Cartenz melalui program Si Ipar (Polisi Pi Ajar).

Samuel merupakan anak binaan sejak program tersebut masuk ke Dogiyai. Meskipun tak bersekolah, tidak menjadi halangan baginya untuk menambah wawasannya, sehingga setiap harinya ia rajin mendatangi Polsek Mapia guna belajar bersama personel Binmas.

Hadirnya Samuel setiap hari di Polsek Mapia untuk belajar membaca, menulis dan berhitung menandakan program Si Ipar dari Satgas Rasaka Cartenz diminati warga setempat.

Pelajaran yang diberikan ke Samuel dimulai dari ilmu dasar yakni mengeja huruf abjad hingga mengenal angka, kini Samuel telah mampu menulis hingga berhitung karena proses belajar mengajar yang berkembang setiap harinya secara bertahap.

“Bapa Polisi sudah sabar sekali ajar saya sampe sekarang saya sudah bisa menulis dan menghitung, terimakasih bapa Polisi, sa semakin semangat buat belajar lagi,” tutur Samuel.

AKP Michael L. Ayomi, S.Sos selaku Kasubsatgas Binmas Wilayah Dogiyai mengungkapkan, Samuel Kudupa salah satu dari anak didik lainnya yang mempunyai semangat belajar sangat tinggi.

“program Si Ipar ini akan terus berjalan dengan harapan anak-anak di Distrik Mapia menjadi pandai dalam membaca, menulis serta berhitung,” ungkapnya.

Menurutnya, Ini selaras dengan tujuan Si Ipar ini agar anak-anak menjadi termotivasi dalam belajar serta dapat mengisi waktu kosong pada saat di rumah. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menjalin kedekatan antara anak-anak dengan Polisi.

“Kami berharap, dengan rutin Program Si Ipar ini berjalan, dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Dogiyai serta meningkatkan generasi muda Papua yang cerdas,” tutup Kasubsatgas wilayah Dogiyai.

Disisi lain, Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023 Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo S.H., S.I.K., M.Kom mengatakan Program Si Ipar yang terus dilakukan secara konsisten dan terjadwal ini dapat memberikan motivasi dan semangat bagi anak-anak di wilayah tersebut untuk belajar dan meningkatkan kemampuan, terutama mereka yang tidak mendapatkan layanan pendidikan dengan baik.

“Harapannya melalui kegiatan ini dapat mendongkrak kemajuan dan potensi yang mereka miliki sehingga dapat bermanfaat baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan nantinya. Sehingga memberikan dampak positif dalam pendidikan dan perkembangan anak-anak serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri,” imbuh Kasatgas Humas.

Program yang digagas Ops Rasaka Cartenz 2023 merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang pendidikan. Dimana IPM Kabupaten Dogiyai sendiri tergolong rendah, atau di bawah angka 60 berdasarkan data BPS pada akhir tahun 2022. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *