Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan RSUD Abepura, yang merupakan RS Rujukan Provinsi sebagai pusat jantung dan stroke, selain RSUD Jayapura di Papua, yang akan dilaksanakan secara bertahap pada tahun anggaran 2023 – 2025.
Demikian disampaikan Direktur RSUD Abepura, dr. Daisy C. Urbinas di sela-sela Expose Kinerja Pemerintah Provinsi Papua Bidang Kesehatan di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jayapura, Selasa (5/7/2022).
Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur RSUD Jayapura dr. Anton T Mote dan Direktur RSJ Abepura dr. Guy Yana Emma Ceme, MPH, dengan moderator Kepala Dinas Komunikasi dan Informatikan Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto.
RSUD Abepura kini didukung dokter spesialis 31 orang dan dokter sub spesialis 3 orang, yang terdiri dari ASN RSUD Abepura, tenaga kontrak dan dosen Fakultas Kedokteran Uncen Jayapura.
Daisy menuturkan, RSUD Abepura juga melayani praktek pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan lainnya serta menjadi tempat penelitian HIV/ AIDS dengan kerjasama Ina Respond.
RSUD Abepura juga menjadi tempat belajar terkait akreditasi bagi RSUD yang berproses akreditasi sebagai berikut.
RSUD Puncak Jaya pada tanggal 31 Maret – 1 April 2022 berkunjung untuk belajar tentang Akreditasi, Indikator Nasional Mutu Rumah Sakit dan Hospital Readiness penanganan Covid-19 di RSUD Abepura dan RSUD Nabire pada tanggal 10 – 13 Pebruari 2020. **













