Program Keladi Sagu di Dogiyai, Mengobati Luka dan Demam Melian Wandega

Melin Wandega (17) warga Kampung Ikebo, Dogiyai mendapat pelayanan kesehatan dari Satgas Ops Rasaka Cartenz 2023 melalui program Program Keladi Sagu (Kesehatan Lambang Diri-Sehat Guna). (foto: Humas Polda Papua)

PAPUAInside.id, JAYAPURA—Melian Wandega (17) warga Kampung Ikebo, Dogiyai mendapat pelayanan kesehatan dari Satgas Ops Rasaka Cartenz 2023 melalui program Program Keladi Sagu (Kesehatan Lambang Diri-Sehat Guna).

Melian yang menderita luka dan juga demam akibat lukanya itu mendapat pengobatan dari personel medis Satgas Binmas Polres Dogiyai dipimpin Kasat Binmas, Ipda Hans N. Raubaba, S.E, didampingi oleh Bripda Frigein Onesimus, A.Md.Kep, dan Bripda Andre P. Lakatoni, A.Md.Kep, Jumat (12/05/2023).

“Pada kesempatan ini, tim medis memberikan pengobatan kepada individu yang mengalami luka di bagian kaki. Setelah membersihkan luka dan memberikan obat, tim medis Satgas Binmas mengobati seorang anggota masyarakat berusia 17 tahun bernama Melian Wandega yang menderita luka di kaki bersama dengan gejala terkait seperti demam,” ujar Ipda Hans Raubaba.

Tim medis yang berada di bawah pengawasan Kasubsatgas Wilayah Dogiyai, AKP Michael L. Ayomi, S.Sos, tersebut juga membagikan vitamin dan obat-obatan serta mengedukasi warga tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan perawatan medis yang tepat kepada masyarakat di sekitar wilayah Dogiyai yang membutuhkan pengobatan

Kehadiran tim medis Satgas Binmas di Dogiyai sangat diapresiasi oleh masyarakat, salah satunya Melian, karena hal ini menunjukkan dedikasi pemerintah dalam mengatasi kebutuhan kesehatan di daerah terpencil.

“Pemberian pengobatan dan obat-obatan ini membantu saya dalam mengatasi masalah kesehatan yang dialami, saya ucapakan terimakasih kepada tim kesehatan Polri yang terlibat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, capaian hasil program keladi Sagu Ops Rasaka Cartenz sendiri dalam penanganan berbagai penyakit seperti Malaria, Ispa, Kulit, dan Stunting di 9 wilayah Operasi selama 11 bulan, terhitung dari awal bulan Februari hingga akhir Desember mengalami peningkatan.

Untuk malaria sebanyak 3.355 target dan telah terealisasi sebanyak 197. Sedangkan penyakit Ispa menyentuh angka 5.170 dan telah terealisasi sebanyak 701. Penyakit kulit sebanyak 2968, dan telah terealisasi sebanyak 288, serta Stunting sebanyak 231 dan berhasil terealisasi sebanyak 19.

Sedangkan perbandingan hasil program Keladi Sagu meliputi penyakit malaria, Ispa, Kulit dan Stunting pada Minggu ke-13 sebanyak 1.159 capaian. Sedangkan di Minggu ke 14 terjadi peningkatan sebanyak 1.205 atau naik sebanyak 46.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Tahun 2022, Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Dogiyai tercatat masih berada di zona rendah yakni dibawah 60. Adapun salah satu indikator dari Indeks Pembangunan Manusia yakni berdasarkan pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat. **

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *