Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA—Kapolres Jayawijaya AKBP Muhammad Safe’I memastikan pihaknya akan mengusut akar permasalahan penyebab bentrok dua kelompok warga di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (8/1/2022) dan Minggu (9/1/2022) lalu.
“Langkah penyelesaian konflik akan diambil baik itu melalui secara hukum adat maupun hukum positif. Nanti kelihatan siapa yang melakukan awal itu yang jadi sumber permasalahan yang kita gali, sehingga nanti semua untuk tindak pidananya kita munculkan dan penyelesaian secara adat juga akan kita bantu mediasi,” ungkap Kapolres Jayawijaya, Selasa (11/1/2022).
Kapolres juga menghimbau agar dengan penyelesaian bentrok ini warga Jayawijaya tidak panik, apalagi kehadiran tiga bupati yang memberikan jaminan untuk bersama membantu warga yang mengalami musibah, akibat terkena dampak konflik warga.
“Langkah-langkah forkopimda baik dari Lanny Jaya maupun Nduga bagaimana menghentikan konflik. Semua konflik yang terjadi dihentikan, kemudian akar permasalahannya akan diselesaikan,” katanya.
Berdasarkan data Polres Jayawijaya data korban meninggal dunia, akibat bentrok dua kelompok warga ini sebanyak 2 orang, dan korban luka sebanyak 35 orang.
Sedangkan kerugian materil belum dapat dipastikan karena masih sementara dilakukan pendataan.
Sementara itu, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. AB Situmeang menyampaikan terimakasih, karena upaya penyelesaian bentrok dua kelompok warga ini melibatkan semua pihak.
“Penyelesaian masalah ini melibatkan semuanya, tokoh-tokoh dan terpenting. Komunikasi kita berhasil mendatangkan bupati Nduga dan Sekdanya kebetulan bupati Lanny Jaya juga ada. Harapanya dengan hadirnya tiga bupati ini bisa menurunkan tensi,” ungkapnya.
Lanjut Dandim, TNI sendiri sifatnya memback-up Polrri untuk melakukan tindakan-tindakan polisionil. **














