Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Rakor Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Wilayah Papua digelar Kemenko Polhukam RI di Hotel Aston Kota, Jayapura, Rabu (29/5/2024).
Rakor dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan unsur TNI- Polri dari enam provinsi di Papua.
Selain Menko Polhukam, hadir sebagai narasumber yakni Mendagri Tito Karnavian, Komisioner KPU RI Dr Idham Holik, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Asops Kapolri Irjen Pol. Drs. Verdianto I. Bitticaca dan Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard TH. Tampubolon.
Menko Polhukam RI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto dalam sesi jumpa pers menjelaskan, unsur yang ada berkewajiban menjamin keamanan dan kondusifitas dalam penyelenggaraan pilkada serentak pada 27 November 2024 di Papua.
Untuk mencapai hal itu, pelaksanaan pilkada di Papua diperlukan adanya optimalisasi, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Juga optimalisasi dukungan atas penyelenggaraan wilayah dan juga harus melibatkan seluruh komponen untuk menjaga pelaksanaan dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan,” kata Menko Polhukam.
Selain itu, diperlukan juga sinergi semua pihak dalam menyukseskan Pilkada Papua. Hal ini menurutnya, perlu digaris bawahi dan menjadi tekat bersama.
“Kami menggarisbawahi bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan seluruh masyarakat sangat diperlukan di Papua,” jelas Hadi.
Perhatian khusus juga perlu diberikan pada wilayah Papua Pegunungan.
Hal ini dilihat dari kondisi geografi dan demografi masyarakat pegunungan sendiri yang perlu penanganan khusus.
Ia mencontohkan mengenai pendistribusian logistik yang tentu harus mendapatkan penanganan serius mengingat situasi dan kondisi daerah.
“Permasalan yang muncul adalah soal logistik antar daerah, jika dikaitkan dengan geografi dan demokgrafi masyarakat, jadi ini menjadi perhatian khusus, supaya (pelaksanaan pilkada) tidak terhambat, ” jelansnya lagi.
Kata Hadi, TNI- Polri pun telah berkomitmen mendukung keamanan pilkada di enam provinsi di Tanah Papua. **













