Ketua DPC Demokrat Jayawijaya Bersama Kader Salurkan Bantuan

Ketua DPC Demokrat jJayawijaya, Jhon Richard Banua, bersama para kader saat menyalurkan bantuan untuk pembangunan gedung Gereja Katolik Paroki Yiwika Kring Mulia Kampung Mulima, di Distrik Libarek, Jayawijaya. (foto: Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com,WAMENA – Ketua DPC Partai Demokrat Jayawijaya, Jhon Richard Banua bersama Fraksi Demokrat DPRD Jayawijaya serta para kader Demokrat dari JRBB, menggelar aksi social dengan memberikan bantuan berupa bahan bangunan (semen) untuk pembangunan gedung Gereja Katolik Paroki Yiwika Kring Mulia Kampung Mulima, di Distrik Libarek, Jayawijaya, Jumat (27/11/2020).

Pada kesempatan itu, Ketua DPC Demokrat Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyerahkan 50 sak semen dan juga menyerahkan bantuan dana pembangunan senilai Rp 30 juta.

“Saya ingin mengambil alih pembangunan gedung gereja ini, tapi kalau panitia sudah bekerjasama dengan pengusaha lain tidak masalah, kami akan liat cara lain untuk saling membantu,” katanya Banua.

Menurutnya, jika pembangunan gereja diambil alih oleh dirinya maka biaya pembangunan akan lebih efisien, karena material pembangunan lain tidak perlu dibeli.

“Kalau gereja seperti ini saya bangun paling habiskan dana 500 juta lebih, karena material kami tidak beli kami minta bantua pengusaha lain,” ujarnya.

Menurutnya, dalam membangun ruma Tuhan jangan berpikir semuanya harus dengan uang, tetapi manfaatkan kerabat yang telah mendapatkan pekerjaan di atas tanah ini, sehingga pekerjaan akan lebih ringan.

“Saya ke sini dengan teman-teman Demokrat dan JRBB kita hanya punya sedikit bantuan dari partai kita ingin antar dan serahkan hari ini. Hari ini kami serahkan 50 sak semen dan uang Rp 35 juta untuk membantu panitia dalam kegiatan pembangunan,” bebernya.

Sementara itu, Domenikus Sorabut, Ketua Panitia Pembangunan gedung Gereja menjelaskan bahwa kapela ini telah dibangun sejak tahun 1992. Pada tahun 2019 baru direncanakan pembangunan, dan mulai dibangun pada bulan September 2020.

“Gereja ini kami bangun secara kredit, dan kami hanya depositi Rp 400 juta, hasil dari jualan sayur, ubi dan kayu. Kami tidak dapat bantuan dari pemerintah desa atau distrik Libarek yang mana didalamnya ada 5 desa, kami di Desa Mulima tapi kami tidak mendapat bantuan,” ungkapnya.

Meskipun pembangunan gedung gereja ini ditengah keterbatasan anggaran, namun dirinya bersama panitia pembangunan sepakat merampungkan pembangunan, meski harus menghabiskan waktu lima atau sepuluh tahun.

“Kami target Desember sebelum perayaan natal semua sudah selesai, jadi kurang lebih utang kami 800 juta. Umat yang hadir ini menjadi bank dan sumber pendanaan kami,” tuturnya.

Tambahnya, dengan bantuan yang diberikan Ketua DPC Demokrat bersama kader tentu sangat disyukuri, karena sangat membantu pelaksanaan pembangunan.

“Kami berterimakasih kepada bapak Jhon Richard Banua bersama para kader Demokrat yang sudah memberikan bantuan pada hari ini, bantuan yang benar-benar sangat bermanfaat bagi pembangunan gedung gereja ini,” pungkasnya. **