Oleh: RF I
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA–Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Dominikus Sorabut, menilai situasi Papua saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Menurutnya, dari kaca mata masyarakat adat, terdapat tiga hal yang berkaitan dengan situasi Papua saat ini, yakni genosida, ekosida, dan etnosida.
Tidak hanya itu, sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan juga dinilai mengalami stagnasi. Bahkan, eskalasi kekerasan dalam konflik politik dan kriminal disebut meningkat drastis.
“Situasi Papua saat ini tidak baik-baik, dalam segala spektrum. Eskalasi kekerasan dalam konflik politik dan konflik kriminal meningkat drastis. Kami punya data-data liar, ini sebenarnya ada grand design besar yang sedang dimainkan oleh kelompok capital, agar Papua tidak aman,” ungkap Dominikus Sorabut usai menjadi pemateri dalam Diskusi Publik yang digelar Papua Muda Progresif di Wamena, Sabtu (26/9/2026).
Ketua DAP juga menilai pemekaran enam provinsi di Tanah Papua bukan merupakan keberuntungan bagi masyarakat Papua, melainkan kemenangan Jakarta.
Menurutnya, pemekaran yang tidak dibarengi kesiapan infrastruktur ke depan berpotensi memicu konflik akibat keterbatasan anggaran.
“Pemerintah harus menyampaikan ke Jakarta bahwa situasi di Papua itu tidak baik-baik. Tanah orang Papua sudah diambil alih, dikuasai oleh negara atas nama negara. Hutan orang Papua hancur, kekerasan terhadap orang asli Papua terjadi di mana-mana. Kesenjangan ekonomi, pendidikan, kesehatan sudah merajalela. Kejadian yang menimpa tiga ASN beberapa waktu lalu menjadi titik klimaks dari spektrum politik besar yang dibangun oleh skenario Jakarta,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, menurut Sorabut, seluruh elemen masyarakat Papua harus berkonsolidasi dan bersatu untuk mengangkat berbagai isu Papua ke permukaan secara jujur dan benar, sehingga dialog Papua menjadi keharusan. **













