Keberagaman dari Tapal Batas RI-PNG, Ibadah Natal Bersama BNPP dan Ikal Jatim Papua

Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri Komjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, didampingi Ny. Roma Pasaribu, ketika perayaan ibadah Natal 2021 di Pasar Skouw, Kota Jayapura, Sabtu (11/12/2021). (Foto: Istimewa)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com,  JAYAPURA—Keberagaman dari Tapal Batas RI-Papua New Guinea (PNG), terlihat ketika perayaan ibadah Natal 2021 digelar Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Jawa Timur (Ikal Jatim) Tanah Papua dihadiri Tokoh Muslim Papua, Thaha Al Hamid dan tamu undangan selain umat Nasrani.

Kehadiran sang tokoh yang terkenal vokal dan kritis ini menunjukkan bahwa rasa persaudaraan yang sangat kental dalam memupuk rasa cinta kasih dalam perbedaan, menepis perpecahan diantara umat dan warga.

Mengenakan peci hitam, kemeja batik berlatar coklat dengan motif tifa dan burung cenderawasih dipadukan dengan celana panjang kain berwarna gelap, Abah Thaha Al Hamid hadir dan mengikuti perayaan ibadah Natal dengan khusyuk hingga usai.

“Tentang ibadah Natal ini, saya kira ini  pengalaman pertama, kami bisa Natal di garis batas di ujung paling timur RI,” kata Abah Thaha, sapaan akrabnya.

Dia menilai bahwa pelaksanaan perayaan ibadah Natal di serambi terdepan Indonesia Timur itu merupakan ide kreatif dan gebrakan yang sangat baik, yang patut dicontoh oleh lembaga atau pun instansi teknis lainnya.

“Dan kita berharap ini bisa terus berlanjut, artinya Natal jangan lagi dibuat di tempat yang mewah atau hotel, tapi datang bersama dengan rakyat seperti gebrakan yang dibuat oleh Deputi II BNPP Paulus Waterpauw yang sangat bagus sekali,” ujarnya.

Tokoh Pluralisme asal Papua ini menyarankan agar pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Papua bisa meniru hal ini, sehingga masyarakat bisa merasakan makna Natal bersama pemimpin daerah sebagaimana ditunjukkan oleh mantan Kapolda Papua dua kali, Paulus Waterpauw.

“Kedepan pemda kota dan kabupaten hingga provinsi bisa ambil inisiatif, belajar dari pengalaman ini merayakan hari-hari besar seperti Natal ini, bersama rakyat bisa lebih cepat mengetahui apa sebenarnya yang tersimpan di dalam pikiran dan pandangan rakyat,” saran Thaha Al Hamid.

Ibadah Natal yang digelar di Pasar Skouw tak jauh dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) ini mengusung Tema “Cinta Kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan”, Sub Tema “Dengan Natal Keluarga Besar BNPP dan Ikal Jatim Bersama Masyarakat Perbatasan Skouw Kota Jayapura mewujudkan tali persaudaraan bersama” yang dihadiri oleh kurang lebih 400 tamu undangan dan warga sekitar tapal batas, di antaranya warga dan anak-anak serta pemuda dari Kampung Mosso.

Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri Komjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, menyalahkan lilin Natal, ketika perayaan ibadah Natal 2021 di Pasar Skouw, Kota Jayapura, Sabtu (11/12/2021). (Foto: Istimewa)

Ketua Panitia Perayaan Ibadah Natal Fred Wakum yang juga anggota Ikal Jatim Papua menyampaikan terima kasih kepada Deputi II BNPP Kemendagri Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw dan jajarannya yang telah mendukung penuh untuk kesuksesan acara tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw karena rencana awal  sebenarnya akan dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Jayapura tetapi oleh karena saran beliau, maka Natal ini harus bersentuhan langsung dengan masyarakat. Itulah yang menjadi alasan sehingga Natal kali ini dilaksanakan di Pasar Skouw bersama dengan masyarakat Kampung Mosso dan warga sekitar,” kata Fred.

Ia juga menyampaikan banyak terima kepada mantan Kepala Badan Intelejen Keamanan (Kabaintelkam) Polri itu karena telah menggelar bakti sosial dan kesehatan di Kampung Mosso pada sehari sebelumnya, serta memberikan tali asih atau bingkisan Natal kepada warga yang kesehariannya masih menggunakan bahasa PNG, Inggris Fiji.

“Kami juga sampaikan banyak terima kasih atas pemberian tali kasih kepada kepala keluarga dan anak-anak,” tambah Fred Wakum.

Sementara itu, dalam pesan dan kesan Natal oleh Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw didampingi ibu Roma Megawanti Pasaribu mengatakan munculnya ide ibadah perayaan ibadah Natal di wilayah perbatasan, karena batas negara merupakan serambi terdepan dari suatu negara.

“Fasilitas disini luar biasa, namun ketika kami mengecek kondisi pasarnya kurang terdata dengan baik sehingga saya bersama pihak terkait menata kembali sehingga hari ini kami ada disini merayakan Natal,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Paulus yang pernah menjabat sebagai Kapolresta Jayapura sewaktu menjadi Pamen Polri  juga menantang para petugas PLBN Skow termasuk pedagang dan konsumen agar tetap menjaga kebersihan, kerapian dan kenyamanan pasar yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi tersebut agar terlihat asri.

“Ini supaya tempat (Pasar) bisa digunakan untuk beberapa event yang lain misalkan akan membuat pentas seni dan budaya masyarakat asli Papua di sini. Dan rencananya kami akan buat itu tahun depan,” jelasnya.

Berkaitan dengan perayaan Natal di tapal batas, Thaha Al Hamid mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh Paulus Waterpauw yang mencoba menegakkan marwah pemerintah dengan langsung membersihkan Pasar Skouw dan menggelar ibadah Natal sebagai tanda ucap syukur dan keseriusan negara dalam menggerakkan perekonomian di batas negara.

“Jadi, saya pribadi apreasiasi dan menghargai. Dan kita patut menghargai apa yang dibuat oleh Paulus Waterpauw untuk merayakan Natal di batas ini. Ini harus dibedakan, batas negara itu kedaulatan, state. Tapi Natal itu pesan universal yang bisa dialami, dirasakan dan dimengerti oleh orang PNG dan Indonesia yang kebetulan ada di batas,” tambahnya.

“Jadi, ini momentum yang baik untuk mempersatukan mereka, untuk memulihkan hal-hal ketidakpuasan, ketidaksenangan atau lainnya. Apalagi mereka bisa senang melihat penyanyi Edo Kondologit bisa hadir dan menghibur dalam perayaan ibadah Natal yang dikemas seperti itu,” katanya.

Dalam perayaan ibadah Natal pada Sabtu (11/12/2021) pagi jelang siang itu, ternyata bertepatan dengan HUT Thaha Al Hamid ke-63, sontak lagu Selamat Ulang Tahun juga dilantunkan oleh pemusik. Deputi II BNPP Kemendagri Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw memberikan ucapan selamat kepada tokoh pluralisme asal Papua ini.

Momen haru dan keberagaman makin terlihat jelas, ketika seorang tokoh muslim hadir dalam perayaan ibadah Natal 2021 untuk pertama kali digelar di tapal batas.

“Saya kira luar biasa sekali. Inisiatif Pak Paulus Waterpauw ini bisa kita dukung, dan kita harapkan Kedepan bisa juga berlangsung di Sota atau di tempat yang lain, di batas negara yang lain,” katanya.

“Ini Natal pertama dari perwakilan Pemerintah Pusat lewat BNPP Kemendagri, dan sudah pasti akan  berbekas di hati masyarakat, apakah itu warga dari Kampung Mosso, Skouw Yambe, Mabo dan Skouw Sae,” tutup Thaha Alhamid.

Sehari sebelumnya, Deputi II BNPP Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama Ikal Jatim Papua melibatkan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Raksatama dan petugas medis dari Puskesmas Skouw serta instansi teknis lainnya ikut terlibat dalam bakti sosial dan kesehatan di Kampung Mosso. **