Oleh : Vina Rumbewas |
PAPUAinside.com, WAMENA – Ketua Gapensi Cabang Jayawijaya Fred Hubi mengungkapkan progress pembangunan 403 unit ruko yang dipercayakan Presinden Joko Widodo untuk dikerjakan oleh pengusaha asli Papua di Jayawijaya telah mencapai 49 persen, dipastikan minggu depan pengerjaannya akan rampung.
“Tim dari kementrian sudah melihat pengerjaan ruko 403 unit ini mereka sudah lihat dari Wouma sampai Pikhe. Progres kita dalam minggu ini sudah 49 persen dari keseluruhan ruko yang kita bangun,” katanya, Sabtu (08/20)
Diperkirakan minggu depan sudah ada pekerjaan yang 100 persen rampung per 10 unit.
Dikerjakan bertahap karena menurut Fred jika dikerjakan 403 ruko sekaligus maka akan memberatkan pengusaha Papua yang modalnya terbatas.
“Kalau menunggu 403 ruko selesai lalu dibayar maka akan kasian teman-teman pengusaha Papua yang modalnya, itu akan merugikan mereka. Sehingga sudah disepakati akan dibayarkan per sepuluh unit,” ungkap Fred.
403 ruko yang dibangun ini merupakan ruko-ruko yang dibakar saat kerusuhan Wamena 23 September 2019 lalu, yang pengerjaannya dipercayakan kepada pengusaha asli Papua.
403 ruko yang dibangun tersebar dibeberapa lokasi seperti di Pasar Wouma sebanyak 143 ruko, dan Pikhe 90 ruko. Sedangkan yang lain menyebar diseputaran daerah Hom-hom, Muai, dan lokasi tiga.
Selain Ruko ada juga 198 unit rumah tipe 36 sudah dibangun TNI Zipur dan saat ini sudah dibangun 20 unit. Sedangkan untuk rumah kios (ruki) 120 unit.
“Khusus ruki, ini akan masuk berbagai elemen, dan ada bantuan bahan dari rumah zakat yang akan bantu bahan bangunannya bahkan hingga didistribuskan ke Wamena dan dikerjakan oleh zipur,” jelasnya.
Tambah Fred, sebanyak 403 ruko yang terdata untuk dibangun namun kenyataannya ruko yang terbakar dalam peristiwa itu lebih dan tidak terdata.
Sehingga dalam kunjungan Wakil Menteri PUPR baru-baru ini ke Wamena secara lisan telah dilaporkan, dan diminta untuk menyurati kementrian PUPR secara resmi.
“Secara lisan kami sudah sampaikan, namun kami diminta surati secara resmi dan lebih etis kalau pemda yang surati, kita akan koordinasi dengan pemda. Kalau kita gapensi hanya menegrjakan,” jelasnya.
Lanjutnya, dalam penyelesaian 403 ruko ini diakuinya sedikit mengalami kendala akibat naiknya harga bahan, salah satunya kayu.
“Harga kayu Sebelumnya 3,5 juta, pasca rusuh naik 5 juta karena kebutuhan tinggi. Tapi ini tidak kurangi semangat teman-teman untuk jalan. Kendala pasti ada terkait dengan modal. Namun kita terus berupaya,” pungkasnya.
Sebelumnya saat berkunjung ke Wamena baru-baru ini, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo mengatakan untuk mengatasi kendala modal yang dihadapi para pengusaha maka pengerjaan 403 ruko ini dibagi dalam empat kontrak besar.
“Kita sudah agar empat kontrak besar ini memfasilitasi mereka untuk mendapatkan bahan, jadi mereka bisa ambil dulu tanpa bayar, setelah pencairan baru akan dibayarkan,” ungkap Wamen PUPR. **













