Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Lantamal X Jayapura bersama kelompok tani menanam jagung di lahan seluas 1 hektar di Jalan Sukun, Koya Barat, Rabu (1/11/2023).
Lantamal X menggandeng masyarakat petani lokal yang tergabung dalam Kelompok Tani Sedia Tani.
Petani Binaan Lantamal X Jayapura ini, menggarap lahan seluas 40,25 hektar. 26 hektar diantaranya dipakai untuk menanam jagung, sedangkan sisanya ditanami berbagai macam sayuran.
Program Gerakan Nasional Ketahanan Pangan 2023, merupakan program prioritas tiga matra TNI termasuk Angkatan Laut (AL).
Kegiatan itu juga dalam rangka HUT ke 78 TNI dan juga memakmurkan petani.
Digelar dengan tema “Ketahanan Pangan Untuk Indonesia Maju” juga berlangsung di 384 titik di seluruh Indonesia bersama masyarakat atau petani binaan.
Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono M. Tr. Opsla mengatakan, TNI di semua wiilayah mempunyai tanggung jawab dalam rangka ketahanan pangan nasional.
Lantamal X Jayapura kata dia menginginkan program tersebut menjadi stimulus bagi petani untuk terus berkarya.
“Ini program TNI dan kita Lantamal X memilih sektor Koya Barat, karena petani di sini masih membutuhkan pupuk dan dan juga pengairan yang lebih baik,” ungkap Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono.
Pihaknya menjanjikan akan mengawal kelompok tani tersebut sehingga dapat meningkatkan hasil panen.
“Hasil 10 hektar di sini 50 ton jagung, diharapkan jika pupuk tidak sulit, maka saya yakin hasilnya akan meningkat,” katanya.
“Ini jagung dan ada juga di belakang itu ketimun dan sayur-sayuran, kita kawal sehingga tak ada lagi lahan tidur di sini. Jadi seperti bahasanya Wapres RI tadi, jangan ada lahan tidur dan jangan ada tenaga nganggur, ” tutupnya.
Sumirin, Ketua Kelompok Tani Sedia Tani yang merupakan binaan Lantamal X Jayapura membenarkan kendala yang dihadapi.
Kata dia, ketersediaan pupuk menjadi salah satu penyebab menurunnya hasil pertanian.
“Ya karena pupuk subsidi jatahnya itu tidak banyak sehingga pengaruh pada hasil panen. Tapi karena kami binaan Lantamal X kami yakin bisa meningkat hasil panen nanti, “jelas Sumirin.
Ia mengapresiasi Lantamal X Jayapura dalam program tersebut.
Ia menjelaskan, untuk penanaman jagung kali ini di atas lahan satu hektar membutuhkan 24 bungkus bibit jagung.
“Dalam satu bungkus kurang lebih mendapatkan 10 sampai 12 karung jagung manis jenis exsotic dengan masa panen 60 hari,” katanya.
Dalam kegiatan itu, dilakukan juga penanaman jagung oleh Komandan Lantamal X bersama unsur terkait yang hadir dan penyerahan alat pertanian. **













