Dominikus Sorabut: Berlakukan Lockdown, Bila Covid-19 Meningkat di Jayawijaya

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) 7 Wilayah Adat Dominikus Sorabut. (Foto: Vina Rumbewas/Papuainside.com)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAinside.com, WAMENA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya diminta memberlakukan lockdown atau penutupan wilayah, bila kasus positif  Covid-19 makin meningkat.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Adat Papua (DAP), yang menaungi 7 wilayah adat di Tanah Papua, Dominikus Sorabut, usai menerima vaksin Covid-19 tahap pertama pada Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Gedung Ukumiarek Asso, Wamena, Selasa (29/06/2021).

“Sebagai tokoh publik dan perwakilan masyarakat adat, saya membawa diri untuk divaksin dan harus menjadi contoh,” pungkasnya.

Karena itu, tuturnya, ia mengajak masyarakat adat, untuk menerima vaksinasi Covid-19, dan mematuhi protokol kesehatan (prokes), yang dikeluarkan pemerintah daerah, mulai dari menggunakan masker, mencucu tangan, menjauhi kerumunan  dan selalu menjaga kesehatan diri.

“Penyakit ini rata-rata orang Papua tidak percaya, tapi nyatanya penyakit ini ada.  Oleh sebab itu, masyarakat adat Papua wajib vaksin dan mematuhi prokes,” imbuh Sorabut.

Karena, menurutnya, saat ini Covid-19 di Papua dan di Jayawijaya, khususnya  sudah menyebar hanya saja belum terdeteksi.

“Saya ingatkan masyarakat adat, agar jangan sampai terjadi musibah. Covid-19, karena kelalaian kita,” katanya.

Ia menghimbau masyarakat adat, untuk mengurangi acara-acara yang mengundang kerumunan, karena kesehatan jauh lebih penting.

“Ketika kesehatan bagus, maka perencanaan masa depan juga baik. Tapi kalau sakit, tentu terganggu mulai dari korban waktu, tenaga hingga biaya,” jelasnya.

Ia dijadwalkan menerima vaksin Covid-19, bersamaan dengan para pejabat daerah pada Pebruari lalu. Tapi ditunda lantaran terhambat persyaratan.**