DKLH Papua Bimtek Perhitungan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

DKLH Papua bekerjasama dengan Kemen LHK, menggelar bimbingan teknis bagi ASN Tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Selasa (8/8/2023). (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.id)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside. id, JAYAPURA—Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK), menggelar bimbingan teknis bagi ASN Tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Hotel Aston, Jayapura, Selasa (8/8/2023).  

Bimtek dilakukan dalam rangka perhitungan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Papua.

Kepala DKLH Papua Jan Jap Ormuseray mengungkapkan, IKLH terdiri dari berapa unsur, baik itu Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Lahan (IKL) dan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL).

“Ini penting dilakukan, sehingga kita bisa tahu tingkat pencemaran air, udara laut itu seperti apa, ” ungkap Ormuseray.

Hasil dari IKLH juga kata dia sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan di suatu wilayah.

“Penting juga untuk mendukung proses pengambilan kebijakan yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup maupun sebagai bahan masukan bagi perencanaan pembangunan di daerah. Sehingga pembangunan tidak berbenturan dengan lingkungan, ” jelasnya.

Kegiatan ini pun diapresiasi Abdul Karim, Selaku Koordinator IKLH dari Kemen LHK .

Senada ia menjelaskan,  pemerintah dan masyarakat harus tahu bagaimana kondisi lingkungan di wilayahnya.

“Yang paling utama menjadi perhatian itu adalah air,  karena  untuk komposit yang lain Papua memang juaranya, baik itu udara, maupun lahan, ” katanya.

Melihat hal itu, ia menjelaskan sudah ada beberapa usaha yang dilakukan untuk perbaikan IKA.

“Namun, untuk pengendalian itu dibutuhkan keterlibatan semua pihak terutama masyarakat. Karena kalau hanya dinas atau pemerintah maka kurang maksimal, ”  ungkapnya.

Ia berpendapat bahwa  lingkungan menyangkut semua aspek kehidupan.

“Semua sektor, baik kesehatan ya ada lingkungannya, PU ada lingkungannya dan lain-lain.

Nah, Ini menjadi penekanan kita semua sehingga meningkatkan IKA tersebut, ” tambahnya.

Diketahui, berdasarkan pemaparan jan Jap Ormuseray, Pada 2022 Indeks Lingkungan Hidup Papua masih berada di atas indeks yang menjadi target.

Sesuai raport pada Aplikasi IKLH Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup yaitu :

Pertama, Indeks Kualitas Air berada pada angka 55,07 (kategori sedang) dari target 55,1.

Kedua, Indeks Kualitas Udara (IKU) 95,32 (sangat baik) dari target 91,73.

Ketiga, Indeks Kualitas Lahan (IKL) sangat baik dengan nilai 100 dari target 96, 25.

dan Indeks Kualitas Air Laut  (IKAL) berada pada 87, 29 (kategori baik) dari target 80,02.

Dari data ini diperoleh nilai IKLH Provinsi Papua 2022 sebesar 81.46 dari target 78,74. Dan menempati tingkat nasional kedua dari 34 provinsi (sebelum pemekaran).

Namun, menjadi catatan adalah Indeks Kualitas Air Kota Jayapura yang alami penurunan dengan Indeks 45.56 atau kurang dari target 53, 83.

Dari hal inilah diperlukan tim pelaksana IKLH di Provinsi hingga Kabupaten Kota yang berkompeten.

Memiliki keahlian dalam kemampuan merencanakan target dan penghitungan IKLH. Sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan di kabupaten/kota. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *