Bayi Perempuan Baru Lahir Dibuang di Depan Rumah Warga di Dok II Jayapura

Bayi perempuan yang dibuang, saat dirawat di Ruang Perawatan Bayi RSUD Dok II Jayapura, Kamis (15/9/2022). (Foto: Dok/Humas Polresta Jayapura Kota)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota bersama Polsek Jayapura Utara melakukan penyelidikan terhadap orang tua yang tega membuang bayi yang baru lahir di Jalan Kesehatan, Dok II, Jayapura, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Kamis (15/9/2022) pagi.

Sesosok bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan dalam kondisi hidup dan sehat tersebut ditemukan saksi bernama Herman yang diletakkan di depan rumahnya sekitar pukul 11.15 WIT.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, SH, SIK, MH, MSi melalui Kasat Reskrim AKP Handry M. Bawiling, SSos, MM, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa penemuan sesosok bayi perempuan tersebut.

Handry mengatakan, bayi perempuan tersebut memiliki berat 2,3 Kg dengan panjang 48 Cm diduga kuat baru saja dilahirkan oleh ibunya dan langsung ditelantarkan atau diletakkan dirumah saksi bernama herman.

“Saksi Herman selaku pemilik rumah awalnya kaget mendengar suara tangisan bayi dan menemukan asal suara tersebut persis di depan rumahnya dalam keadaan terbungkus dengan kain yang penuh dengan darah di atas lantai teras rumah, kemudian dirinya memberitahukan kejadian itu kepada saksi lainnya untuk mengangkat bayi tersebut dan membawanya ke RSUD Dok II, Jayapura sekaligus melaporkannya ke pihak kepolisian,”ujarnya.

Lebih lanjut, kata Handry, personel yang melakukan Olah TKP menemukan beberapa bukti berupa plasenta atau ari-ari yang masih berlumuran darah di belakang rumah saksi, bercak darah disekitaran rumah dan satu buah ember warna hitam berisi air yang tercampur darah.

“Diduga bayi yang dilahirkan secara spontan partus luar dan selanjutnya ditelantarkan adalah akibat dari hubungan terlarang ataupun pergaulan bebas (hamil diluar nikah), dimana salah satu faktor penyebabnya yaitu soal mental kedua pasangan yang belum siap mempunyai anak atau ketidaksiapan memiliki anak dikarenakan kondisi ekonomi dan mental atau lainnya,” pungkasnya.

Ia pun menambahkan, untuk saat ini bayi yang ditelantarkan tersebut masih dirawat di Ruang Perawatan Bayi RSUD Dok II Jayapura. **