BUMMA PT Yombe Namblong dan BPJS Ketenagakerjaan Papua Jalin Kerjasama

BPJS Ketenagakerjaan Papua Jayapura, ketika menyerahkan secara simbolik Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada BUMMA PT Yombe Namblong di Kantor Dewan Adat Suku (DAS) Namblong di Kampung Nimbokrang Sari, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, 21 November 2023. (Foto: Dok/BUMMA PT Yombe Namblong)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong dan BPJS Ketenagakerjaan Papua, Jayapura, menjalin kerjasama, untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Kerjasama antara kedua lembaga ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama atau memorandum of understanding (MoU), sekaligus penyerahan secara simbolik  Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan dari Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Papua Jayapura, Wisko Dwi Nurdiansyah  kepada Direktur Utama BUMMA PT Yombe Namblong Yohana Tarkou berlangsung di Kantor Dewan Adat Suku (DAS) Namblong di Kampung Nimbokrang Sari, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, 21 November 2023 lalu.

Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Papua Jayapura, Wisko Dwi Nurdiansyah mengatakan pihaknya telah menerima data-data  berdasarkan e-KTP dari PT Yombe Namblong, karena pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan berbasis e-KTP.

Jumlah yang didaftarkan sebanyak 55 orang, tapi informasi dari PT Yombe BUMMA Namblong sebenarnya ada potensi sekitar 100 orang. Hanya saja, mereka terkendala pengumpulan e-KTP.

“Jadi nanti akan dikumpulkan dan dimaksimalkan menjadi 100 orang, bahkan lebih,” katanya.

Selanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan Papua akan memberikan tagihan Rp 16.800 setiap bulan setiap anggota sudah termasuk jaminan kecelakaan kerja  dan jaminan kematian atau meninggal dunia.

“Kalau nanti tagihannya sudah dibayarkan, maka  otomatis kartunya langsung aktif dan sudah mulai aktif juga perlindungannya,” jelasnya.

Direktur Operasional Umum BUMMA PT Yombe Namblong Yusuf Kasmando mengatakan pihaknya telah mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 55 orang, termasuk para iram tekai atau kepala suku di wilayah adat Namblong.

Dikatakan pihaknya menargetkan semua anggota PT Yombe Namblong lebih dari 100 orang bisa tercover BPJS Ketenagakerjaan.

Yusuf menambahkan, pihaknya juga rencana mengikutsertakan kelompok-kelompok lain di wilayah adat Namblong, untuk segera didaftarkan  sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, yakni Organisasi Perempuan Adat (ORPA) Namblong, Media Suara Grina dan Tim Patroli Wilayah Hutan Namblong.

“Kami  masih kumpulkan e-KTP bagi yang belum didaftarkan. Mudah-mudahan bisa didaftarkan selambat-lambatnya akhir 2023,” ujar Yusuf. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *