PAPUAInside.id, WAMENA— Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada warga korban bencana alam di Kampung Elarek, Pemprov Papua Pegunungan mengirimkan bantuan makanan, Sabtu (13/05/2023).
Bantuan diserahkan Kepala Dinas Kebakaran Penyelamatan Pananggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen,S.H,M.AP sesuai arahan Pj.Gubernur Nikolaus Kondomo dan Pj.Sekda Sumule Tumbo sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Menurutnya kehadiran Pemerintah Provinsi Pegunungan juga ingin memastikan bahwa semua yang terdampak akibat bencana longsor di kampung Elarek bisa tertangani dengan cepat dan dipastikan semua dapat pulih kembali normal.
“Adapun bantuan yang diberikan berupa, uang sebesar 100 juta, beras 2 ton, supermie 100 karton, gula pasir 5 sak, minyak goreng 30 karton, ayam 200 ekor, sauris ikan sarden 30 karton, kopi 50 karton, telur 20 rak, tenda 10 x 12 sebanyak 12 buah,” ujarnya.
Kata Yanius Telenggen bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Gubernur dan Sekda untuk membantu meringankan masyarakat keluarga korban akibat dari kerugian yang ditimbulkan.
“Harapan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bantuan ini dapat disalurkan langsung kepada keluarga korban terdampak longsor, harus diberikan yang memang betul-betul kena musibah,” ujarnya.
Atas nama Pemprov Papua Tengah, Yanius juga menyampaikan ungkapan duka cita mendalam kepada keluarga atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana tersebut.
Sementara itu, Ev Marius Elopere atas nama keluarga korban dan masyarakat Kampung Elarek serta Distrik Walaik menyampaikan terimakasih atas kehadiran gubernur dalam hal ini kadis Bencana Alam Provinsi Papua Pegunungan yang telah memberikan bantuan.
“Bantuan ini sangat membantu kami ditengah kesedihan dan kesulitan atas peristiwa musibah yang menimpa pada keluarga kami di kampung Elarak pada Kamis dini hari kemarin,” katanya.
Ia menjelaskan bantuan ini nantinya akan dilanjutkan dengan berjalan jalan kaki menuju kampung yang terdampak sebab dari distrik menuju kampung Elarek belum ada jalan raya.
“Untuk itu kami meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kedepannya tolong membuka akses jalan ke kampung Elarek, sebab kesulitas kami saat ini adalah harus berjalan kaki kurang lebih 5-6 jam baru bisa sampai di Kantor Distrik Welarek,” ujarnya. **














