Rakerkesda Papua untuk Pengembangkan SDM Kesehatan di 3 DOB

Staf Ahli Analisis Kebijakan Fungsional Gubernur Papua Anike Rawar, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Papua, Dr. Robby Kayame, SKM, MKes, menabuh Tifa, ketika membuka Rakerkesda Papua Tahun 2022 di Hotel Suni Abepura, Kamis (24/11/2022). (Foto: Istimewa).

Oleh: Makawaru da Cunha  I    

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Dinas Kesehatan Provinsi Papua, menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2022, terutama untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan di 3 Daerah Otonomi Baru (DOB).

Rakerkesda ini dibuka Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH, yang diwakili Staf Ahli Analisis Kebijakan Fungsional Gubernur Papua, Anike Rawar, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Robby Kayame, SKM, MKes di Hotel Suni Abepura, Kamis (24/11/2022).

Rakerkesda Provinsi Papua ini diikuti para Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari 29 Kabupaten/Kota dan Perwakilan Forkopimda Papua.

Gubernur Papua dalam sambutan tertulisnya, mengatakan Rakerkesda Provinsi Papua Tahun 2022 ini merupakan pertemuan terakhir dan sangat penting, karena Provinsi Papua sudah dibagi 3 DOB, yakni Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Gubernur Papua mengharapkan, semoga Rakerkesda ini dapat membuahkan  hasil-hasil yang terbaik, terutama untuk pengembangan SDM bidang kesehatan di Tanah Papua, sehingga kedepan 3 DOB ini dapat bekerja  sesuai dengan standar standar kesehatan yang ada.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Robby Kayame, SKM, MKes mengatakan, ada beberapa hal yang akan dibahas dalam  Rakerkesda Provinsi Papua Tahun 2022, antara lain.

Pertama, membuat mapping atau pemetaan  pembangunan kesehatan berdasarkan provinsi-provinsi baru. “Karena memulai dan mengembangkan sesuatu dari nol itu tak gampang,” katanya.

Kedua, menyampaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di  masing-masing wilayah DOB.

Ketiga, para Penjabat Gubernur 3 DOB,  untuk mengatur, menetapkan pejabat atau petugas kesehatan di lingkup provinsi-provinsi baru, sebagai  perpanjangan tangan pemerintah pusat yang ada di provinsi provinsi.

Suasana pembukaan Rakerkesda Papua tahun 2022 di Hotel Suni Abepura, Kamis (24/11/2022). (Foto: Istimewa).

“Kami di provinsi Papua ini dari sisi skill hebat, pengalaman cukup, jam terbang hebat. Oleh karena itu, penempatan para pejabat yang akan bekerja di provinsi-provinsi baru harus betul-betul memahami dan mengerti tata cara pola kerja tingkat provinsi,” jelasnya.

Keempat, melalui Rakerkesda ini pihaknya ingin agar kabupaten/kota ini bersatu untuk membangun suatu kesatuan dalam satu sistem pembangunan kesehatan di provinsi provinsi baru, untuk mencapai harapan pemerintah dan negara.  Yaitu, menekan angka kesakitan, menekan angka kematian dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk itu, terangnya,  ada beberapa program strategis yang akan dirumuskan, kemudian direkomendasi kepada sejawat di provinsi baru, agar mereka menindaklanjutinya, sehingga pembangunan kesehatan itu tak putus.

Ia juga mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk membangun provinsi-provinsi baru teristimewa SDM bidang kesehatan.

“Kalau di provinsi Papua ini kelangkaan tenaga dokter sekitar 50-60 persen, bahkan ada Puskemas tak memiliki dokter. Kalau ada uang, ada obat dan ada alat. Tapi tenaga kesehatan tak ada, maka sia-sia. Itu kasus yang kita hadapi,” tandasnya.

Ia juga mengharapkan, untuk 3 DOB ini yang harus dibangun adalah pengembangan SDM bidang kesehatan.

itulah sebabnya, ujarnya, pihaknya mengundang Dirjen Tenaga Kesehatan  Kemenkes RI, agar bersama sejawat di masing-masing DOB memberikan data-data tentang tenaga-tenaga yang dibutuhkan.

“Lalu kita formulasikan apa yang dikerjakan sejawat di Kemenkes dan apa yang dikerjakan oleh provinsi induk untuk di DOB, dalam rangka pengembangan SDM bidang kesehatan,” pungkasnya. **