Pertarungan Politik 2024, PDIP DPD Papua Siapkan Kader Terbaik

Pembukaan Rakorbid PDIPD DPD Papua dalam rangka mempersiapkan kader terbaik bertarung di tahun 2024 mendatang. (foto: Fitus Arung)

PAPUAInside.com, JAYAPURA— PDIP DPD Papua mempersiapkan kadernya untuk memasuki pertarungan di tahun 2024 dengan menggelar rapat koordinasi bidang pemenangan pemilu (Rakorbid) tingkat Provinsi Papua, Sabtu (10/09/2022).

Rakorbid yang berlangsung 10-11 September 2022 ini diikuti perwakilan dari DPC Kabupaten/Kota di Papua, seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Biak Numfor, Supiori, Yapen dan Waropen.

Ketua DPD PDl Perjuangan Papua, Jhon Wempi Wetipo, dalam arahannya menekankan agar kader bekerja keras untuk memperebutkan kursi baik di DPR RI, DPR Papua sebagai provinsi induk, Papua Selatan, Papua Pegunungan Tengah dan Papua Tengah.

“Kedepan kalau kita mau calonkan kepala daerah sangat tergantung apa yang kita kerjakan dan yang kita sumbangkan itu akan menjadi patokan buat kita bahwa akan mengusung kader kita atau harus dengan partai politik lain. Mari kita solid, kompak mempersiapkan kader terbaik yang masuk dalam proses pertarungan kita kedepan,’’ ujar JWW.

Untuk kursi di DPR RI, JWW mengharapkan PDIP bisa merebut 3 kursi.  “Dengan asumsi selama ini Papua dapat 10 kursi dan ada penambahan 2 kursi jadi 12 kursi maka, kita berkomitmen PDI Perjuangan minimal menyumbang 3 kursi untuk DPR RI. Ini menjadi tanggungjawab dan komitmen kita bersama kader Partai,’’ terangnya.

Selaku Ketua DPD, JWW berharap partainya bisa merangkul kader-kader yang terbaik sebelum orang lain mengambil sehingga proses politik berjalan dengan baik. “Setelah revisi UU Otsus dalam pengaturan PP 106 dan 107 memberikan kesempatan bagi kabupaten kota adanya kursi DPR melalui mekanisme penunjukan seperti DPR Provinsi. Ini menjadi motivasi kita untuk lebih semangat,’’ tegas Wamendagri ini.

Sementara itu Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan, Komarudin Watubun mengatakan, adanya alokasi 25 persen dari seluruh jumlah kursi di DPR yang diangkat khusus untuk orang asli Papua (OAP) dalam rangka afirmasih, “teman-teman partai juga harus ikut mencari orang bukan berarti orang partai karena tidak boleh barafilisasi dengan partai politik tetapi dari adat, perempuan 30 persen,” tegas Komarudin Watubun. **