PON XX Sukses, Pemkot Serahkan Penghargaan ke Ondoafi di Port Numbay

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyerahkan piagam penghargaan kepada para Ondoafi di Kota Jayapura, atas suksesnya penyelenggaraan PON XX di kluster Kota Jayapura. (Foto: Faisal Narwawan)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAinside.com, JAYAPURA – Sub PB PON Kota Jayapura mengapresiasi sejumlah Ondoafi di Kota Jayapura yang sudah mendukung pelaksanaan PON XX Papua.  Apresiasi diberikan dalam bentuk penyerahan piagam penghargaan kepada 12 Ondoafi di Kota Jayapura.

Kegiatan tersebut digelar dalam bentuk perjamuan dan ucapan terimakasih atas dukungan pihak adat dalam penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua 2021, di Kediaman LMA Port Numbay, Tanah Hitam, Abepura, Kamis (09/12/2021).

Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano  dalam sambutannya mengatakan, tanpa dukungan para Ondoafi pelaksanaan PON di Kota Jayapura tak akan sukses .

“Sebagai anak-anak adat, kami datang kepada pemilik tanah, pemilik air dan hutan di negeri ini sebagai ungkapan terimakasih kepada Ondoafi di tempat ini. Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada para Ondoafi sehingga PON dan Peparnas berjalan sukses,” ungkap BTM dalam acara tersebut.

Kepada wartawan, Benhur Tomi Mano mengungkapkan bahwa dukungan dari LMA Port Numbay dan para Ondoafi di Kota Jayapura sudah ada sejak awal pelaksanaan PON Papua.

“Kami sudah datang meminta restu ke ketua LMA dan para Ondoafi saat itu dan yang terjadi pelaksanaan PON sukses di Kota Jayapura,” jelas Tomi Mano.

Selain itu, bentuk terimakasih ini juga dilakukan mengingat tak ada gangguan pada penggunaan venue-venue PON di Kota Jayapura.

“Untuk itu kami datang kembali mengucapkan terimakasih atas dukungan mereka. Atlet seluruh Indonesia datang dan pulang dengan damai dan cerita bahwa Kota Jayapura begitu damai,” ungkapnya.

BTM juga menegaskan pihaknya  bersama unsur Muspida Kota Jayapura siap mendukung tuntutan adat terkait hak-hak mereka yang belum diselesaikan.

“Kami bersama Kapolresta dan Dandim siap mendukung tuntutan-tuntutan dari masyarakat adat wilayah setempat, seperti venue dayung dan lainnya,” ujar Tomi Mano.

Ia juga mengatakan, terkait tuntutan itu pihaknya sudah melakukan upaya dan telah meneruskan kepada Provinsi Papua.

“Sudah dijawab oleh Disorda, untuk itu kami minta pemegang hak ulayat dokumen-dokumennya juga disiapkan,” katanya. **