Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Technical Delegate (TD) Sepatu Roda, Jefry Abel buka suara soal berita 250 nasi kotak basi saat melakukan test event di Venue Sepatu Roda atau Klemen Tinal Roller Sport, Buper, Waena, Kota Jayapura, Sabtu (18/9/2021).
Jefry mengatakan, kejadian tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi dan merupakan hal yang wajar.
“Test event wajib dilakukan, dalam pelaksanaannya semua berjalan dengan baik. Kami sangat memahami kondisi ini dan sangat mentolelir ini bahkan soal konsumsi. Itu sesuatu yang wajar untuk kita koreksi bersama dan tetap kita kawal, agar tidak terjadi lagi,” ungkap Jeffry Abel kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).
Ia mengungkapkan, bukan hanya konsumsi yang menjadi masalah saat test event itu.
Pihaknya juga menemukan ada beberapa masalah termasuk gangguan listrik cadangan pada genset.
“Kalau saya beri nilai itu 90 persen kita sukses. Apa yang terjadi bukan sesuatu yang besar, lebih besar kemegahan dan penyelengaraan pertandingan tadi. Saya kira kita tidak perlu khawatir lagi,” katanya.
Ia menilai apa yang dilakukan Sub PB PON Kota Jayapura itu sudah maksimal.
“Ini tidak perlu kita besar-besarkan, karena efeknya akan pada kontingen yang datang dan juga PB PON,” jelasnya.
Kontingen yang datang bukan cari makan, tapi cari medali. Isu-isu seperti ini bukan sesuatu yang besar.
Sementara itu, Ketua Panpel Cabang Sepatu Roda Yonas Randan Buak juga memberikan klarifikasi.
Menurutnya, kejadian itu bagian dari pada proses dan bagian dari pada uji coba.
“Untuk perbaikan kita, itu wajar terjadi. Memang makanan itu basi, ini menjadi koreksi kita untuk kedepan,” ucapnya.
Yonas Randan juga mengklarifikasi soal pemberitaan yang beredar sebelumnya.
Ia mengaku tak mengatakan bahwa cabor yang akan mengurus konsumsi, jika Sub PB PON tidak bisa menyediakan makanan yang baik.
“Ini pemberitaan yang keliru, karena saya tidak merasa menyampaikan hal itu. Karena ini mengenai nama baik Sub PB PON juga, karena itu mungkin kita bisa jaga bersama,” tegasnya. **













