Bupati Kawasan Perbatasan RI-PNG Gagas Asosiasi

Bupati Merauke Romanus Mbaraka, Bupati Keerom Piter Gusbager dan Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Birdana, di Jayapura, Jumat (16/4/2021). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAInside.com, JAYAPURA—Bupati di kawasan perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) menggagas pembentukan asosiasi.

Demikian disampaikan Bupati Merauke Romanus Mbaraka, Bupati Keerom Piter Gusbager dan Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Birdana di Jayapura, Jumat (16/4/2021).

Para bupati ini wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan perbatasan RI-PNG dan satu rumpun suku bangsa Melanesia.

Masing-masing Kota Jayapura, Keerom, Pegunungan Bintang dan Boven Digoel.

Romanus Mbaraka mengatakan, pihaknya mencoba mendesain satu konsep, agar pembangunan di Papua didorong secara  terintegrasi.

Dikatakan pihaknya akan membahas  bagaimana kawasan perbatasan RI-PNG dijadikan klaster ekonomi terpadu dimulai dengan aktivitas dagang tradisional.

“Ada banyak hal sebenarnya yang bisa didorong, karena di Papua ini orang sibuk dengan hitung tambang saja. Orang tak hitung potensi lain, yang sebenarnya akan mendorong investasi yang lebih besar di Papua,” ujarnya.

Menurutnya, di kawasan perbatasan RI-PNG masih ada potensi lain yang belum digarap serius, seperti infrastruktur, telekomunikasi, pertanian, perkebunan, pendidikan, pariwisata dan budaya.

Piter Gusbager mengatakan, pihaknya telah menyiapkan agenda-agenda, untuk  kepentingan pembangunan dan kemajuan masa depan masyarakat di kawasan perbatasan RI-PNG.

Spei Yan Birdana menyatakan, asosiasi bupati kawasan perbatasan RI-PNG ini untuk mempercepat kerjasama antar kawasan di perbatasan.

‘Jadi apa yang kurang dari kabupaten ini bisa dilengkapi dari kabupaten lain,” terangnya.

“Juga pengembangan ekonomi lain seperti kopi. Kopi kan di PNG lebih maju. Kenapa ras Melanesia disana maju terus disini tak maju,” tukasnya.

Pembentukan asosiasi  bupati di kawasan perbatasan RI-PNG, yang direncanakan dengan pertemuan di Merauke pada akhir April 2021. **