Oleh Nethy DS|
PAPUAInside.com, JAYAPURA—Salah satu korban meninggal dunia yang tertembak di Intan Jaya adalah Rufinus Tigau, seorang pewarta atau katekis yang bekerja di Gereja Katolik stasi Jalae, Paroki Santo Michaelel Bilogai sejak tahun 2015.
Administrator Diosesan Keuskupan Timika Pastor Marthen Kuayo yang dihubungi PAPUAInside.com, Selasa (27/10/2020) mengatakan kronologis kejadian belum diterima namun Rufinus bersama salah seorang pemuda lainnya tertembak. ‘’Rufinus meninggal dunia sementara pemuda yang satunya sudah dibawah ke rumah sakit untuk diobati,’’ jelasnya.
Pastor Marthen Kuayo menegaskan, pihaknya menginformasikan kematian Rufinus bukan dalam posisi membantah pernyataan siapapun tetapi mengungkapkan fakta yang sebenarnya bahwa seorang katekis atau pewarta meninggal dunia setelah tertembak.
‘’Kami tidak membantah pernyataan siapapun, kami tidak menyembunyikan tapi mengungkapkan fakta, hal yang sebenarnya bahwa Rufinus adalah katekis atau pewarta yang bertugas di Paroki Bilogai dan dia meninggal dunia Senin karena tertembak,’’ jelasnya.
Rufinus dilantik sebagai pewarta tahun 2015.
Dalam rilis yang diterima PAPUAInside.com dituliskan Rufinus telah bekerja sebagai Katekis di Paroki Santo Michaelel Bilogai sejak tahun 2015. Rufinus dilantik sebagai Katekis oleh Pastor Paroki Santo Michaelel Bilogai, Pastor Yustinus Rahangier Pr menggantikan Katekis yang meninggal dunia Frans Wandagau. Rufinus membantu Pastor di Paroki Jalae karena Pastor yang bertugas di Jalae bukan orang lokal sehingga tidak paham bahasa lokal dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kontek budaya lokal.
Dengan meninggalnya Rufinus membuat Paroki Bilogai kehilangan karena tidak mudah menemukan pemuda yang memberikan hati dan kerelaan untuk melayani umat.
‘’Kami sangat merasa kehilangan karena untuk menemukan seorang mau menjadi katekis atau pewarta sangat susah karena dibutuhkan pemuda yang memberikan hati dan kerelaan melayani, ini yang membuat kami sangat susah,’’ jelasnya.
Rufinus dalam tugasnya sebagai katekis adalah memimpin ibadah, mempersiapkan calon-calon katekis, memimpin ibadah di rumah-rumah warga maupun saat ada ibadah kedukaan dan lainnya.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal dalam rilisnya menuliskan pada hari Senin tanggal 26 Oktober 2020 sekitar pukul 05.00 WIT bertempat di Kampung Jalai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya telah terjadi Kontak Tembak antara Tim gabungan TNI – Polri dengan kelompok KKB Pimpinan Sabinus Waker.
‘’Pada hari dan tanggal tersebut di atas pukul 05.00 Wit bertempat di Kampung Jalai, telah terjadi kontak tembak antara Tim gabungan TNI–Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker. Pada saat kejadian diketahui Kelompok Kriminal bersenjata berjumlah 50 orang dengan membawa 17 senjata api yang terdiri dari orang dewasa dan melibatkan anak remaja namun dipersenjatai sebagai strategi tameng hidup KKB kelompok Sabinus Waker,’’ tulis AM Kamal.
Pada saat kontak tembak tersebut, 50 orang bersenjata melakukan perlawanan kepada Tim gabungan TNI-Polri, sehingga diambil tindakan tegas terukur dan berhasil melumpuhkan dua tersangka atas nama Rubinus Tigau dan Hermanus Tipagau.
Tersangka atas nama Rubinus Tigau mengalami luka tembak dan meninggal dunia di TKP, sedangkan untuk pelaku atas nama Hermanus Tipagau masih dalam kondisi hidup dan saat ini telah diamankan oleh Tim Gabungan TNI-Polri untuk proses hukum lebih lanjut. **













