Polisi Pastikan Informasi Meninggalnya Salah Satu Tokoh Agama di Intan Jaya

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH. (Foto: Bidang Humas Polda Papua)

Oleh: Makawaru da Cunha  I                        

PAPUAInside, com, JAYAPURA—Polisi memastikan informasi meninggalnya salah- satu tokoh agama atas nama Pdt. Yeremias Zanambani, akibat terkena tembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Jelek Waker di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (20/09/2020) pukul 14.40 WIT.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH melalui siaran pers pada Senin (21/09/2020).

Ia mengatakan, pada Minggu (20/09/2020) pukul 14.40 WIT adanya informasi yang beredar di media sosial bahwa ada salah-satu tokoh agama atas nama Pdt. Yeremias Zanambani, dikabarkan meninggal dunia terkena  akibat terkena tembakan oleh OTK di kampung Bomba, distrik Hitadipta, kabupaten Intan Jaya.

Mendapatkan informasi tersebut anggota Mapolsek Sugapa bertemu dengan Ketua Klasis GKII Sugapa Pdt. Timotius Miagoni.

Dalam pertemuan tersebut, Engel Mayor mengatakan pihak kepolisian ingin memastikan informasi yang beredar di media sosial Pdt. Yeremias Zanambani terkena tembak dan meninggal dunia.

Dijelaskan, memang dalam beberapa hari belakang ini telah terjadi penembakan terhadap 2 anggota TNI yang dilakukan oleh KKB, dimana ke 2 anggota TNI gugur dan 2 warga sipil mengalami luka tembak dan satu luka sabetan parang yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Sehingga kami dari pihak keamanan ingin melakukan komunikasi dengan para tokoh agama, untuk lebih berhati-hati dengan situasi yang saat ini terjadi,” ujarnya.

Kamal berharap agar warga khususnya tokoh agama untuk tak melakukan aktifitas di luar rumah apalagi pada malam hari mengingat intensitas kekerasan yang dilakukan oleh KKB beberapa hari ini meningkat.

“Kami berharap tak ada lagi korban, karena apa yang dilakukan oleh kelompok tersebut sudah tak manusiawi, dimana dalam ajaran agama tak dibenarkan hambanya melakukan tindakan kekerasan sesamanya,” katanya.

Pihak TNI/Polri saat ini sedang meningkatkan kegiatan kepolisian seperti melakukan patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi hal hal yang tak kita inginkan bersama.

Pihaknya juga meminta dukungan dari seluruh warga, sehingga kita dapat hidup dengan nyaman tanpa adanya gangguan-gangguan dari kelompok-kelompok yang tak menginginkan daerah kita ini aman, ini menjadi tanggungjawab kita bersama terutama para tokoh agama.

Penyampaian Pdt. Timotius Miagoni, beberapa waktu lalu saya  mendapatkan kabar dari keluarga di Distrik Hitadipta melalui telepon bahwa Pdt. Yeremia Zanambani tertembak dan meninggal dunia.

Dari keterangan yang saya dengar saat itu Almarhum  bersama istri ke kandang ternak (babi) untuk memberikan makan kemudian istrinya kembali ke rumah di kampung.

Kemudian sekitar pukul 19. 00 WIT, korban tak kembali ke rumah, sehingga istri korban mencari ke kandang ternak yang berada di kampung Bomba dan melihat korban sudah meninggal dunia.

“Itu yang saya dengar. Karena saya belum ke kampung tersebut, sehingga saya tak dapat berbicara lebih jauh lagi. Semoga kita semua dapat melakukan langkah-langkah dalam meredam situasi yang terjadi beberapa hari ini di kabupaten Intan Jaya,” ungkapnya.

Kamal mengatakan, dalam retetan kasus tersebut telah jatuh korban baik itu dari anggota TNI dan warga sipil, yang ada di kabupaten Intan Jaya. Ini menjadi perhatian banyak pihak bahwa kasus kekerasan yang terjadi di kabupaten Intan Jaya merupakan kasus kekerasan yang tak beradap yang dilakukan oleh KKB.

Diketahui distrik Hitadipta, kabupaten Intan Jaya tak ada personel TNI/Polri, yang ada hanya Pos Persiapan Koramil Hitadipta disana. Isu yang beredar bahwa kasus penembakan yang mengakibatkan Pdt. Yeremias Zanambani dilakukan oleh aparat TNI itu tak benar.

KKB melalui Juru Bicaranya saat ini kembali menebar fitnah dengan mengatakan TNI lah pelaku penembakan. Saat ini KKB sedang mencari momen untuk menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini.

Rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah settingan KKB yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI melakukan penembakan kepada pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB.

Ia menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah oleh KKB, khususnya melalui medis sosial. Fitnah mereka di media sosial, jelas sudah setingan dan rekayasa, untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang Sidang Umum PBB.

TNI bersinergi dengan Polri bertugas untuk melindungi masyarakat dari kekejaman KKB seperti yang telah mereka tunjukkan dalam sepekan terakhir ini.

TNI-Polri justru melindungi masyarakat dari aksi yang dilakukan oleh KKB baik di Kabupaten Intan Jaya maupun di beberapa daerah yang menjadi tempat mereka melakukan tindak kekerasan.

Anggota kami di lapangan rencana akan melakukan Olah TKP di lokasi kejadian untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kasus penembakan yang dilakukan oleh KKB di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, kabupaten Intan Jaya.

“Ini kami lakukan untuk memastikan kematian Pdt. Yeremias Zanambani,” ucapnya. **