Pasien Covid-19 di Papua Jalani Perawatan Tersisa 14 Persen

Update Covid-19 Provinsi Papua hingga Selasa (25/08/2020) pukul 19.30 WIT. (Foto: Dok/Tim Satgas Covid-19 Papua)

Oleh: Ignas Doy  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Kabar gembira kembali datang dari Provinsi Papua. Pasalnya, hingga Selasa (25/08/2020) pukul 19.30 WIT, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan tersisa 14 persen atau 609 pasien.

Demikian disampaikan Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), saat menyampaikan keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Kota Jayapura, Selasa (25/08/2020).

Sumule menjelaskan hari ini ada tambahan 24 kasus positif di Provinsi Papua. Dengan demikian, jumlah kumulatif penderita Covid-19 sebanyak 3575 kasus.

“Puji Tuhan angka kesembuhan kita hingga malam hari ini mencapai angka yang tertinggi yang pernah kami laporkan yakni 85 persen atau mencapai angka 3024. Sedangkan angka kematian sebanyak 42 kasus atau hanya 1 persen,” ujarnya.

Dikatakan jumlah kasus kontak erat sebanyak 1770 kasus dan kasus suspek sebanyak 853. Sementara kasus probabel sebanyak 24 dan 37986 adalah jumlah sampel yang telah diperiksa, baik itu dengan metode PCR maupun TCM.

Menurutnya tambahan 24 kasus hari ini berasal dari pada kabupaten Merauke sebanyak 6 kasus, kabupaten Mimika 5 kasus, kabupaten Biak Numfor 8 kasus, kabupaten Jayapura 1 kasus dan kota Jayapura sebanyak 4 kasus.

Kontak erat bertambah hari ini sebanyak 103 yang berasal dari kota Jayapura 3 kasus, Mimika 90 kasus dan kabupaten Jayapura 10 kasus. Sementara  kasus suspek bertambah 38 kasus yakni dari kota Jayapura 2 orang, Puncak 22 orang, Boven Digoel 3 orang dan Mimika  sebanyak 11 orang.

Ia juga melaporkan tambahan kasus yang dinyatakan sembuh sebanyak 197 orang, dimana Mimika sebanyak 8 orang, kabupaten Jayapura 29 orang dan kota Jayapura 169 orang.

Dikatakan angka kesembuhan yang telah mencapai angka 85  persen dan perawatan hanya tersisa 14 persen. Sementara kasus kematian hanya 1 persen tak harus membuat lengah.

“Upaya-upaya yang telah kita lakukan berbulan- bulan, menjaga disiplin masyarakat, melakukan tracing dan treatmen harus tetap dilaksanakan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan garda terdepan pencegahan Covid-19 adalah di masyarakat. **