Oleh: Ignas Doy I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Jumlah Covid-19 khususnya di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua bertambah 3 kasus hingga Selasa (11/08/2020). Sehingga jumlah sementara positif Covid-19 di daerah tersebut sebanyak positif 7 pasien, dirawat 3 pasien, sembuh 4 pasien.
Hal ini disampaikan Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), ketika dikonfirmasi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Kota Jayapura, Selasa (11/08/2020).
Sumule mengatakan hari ini ada tambahan 21 kasus baru. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus di Papua sebanyak 3194 kasus.
Dari angka tersebut dirawat isolasi mandiri, karantina terpusat maupun dirawat di rumah sakit sebanyak 1210 atau 38 persen, angka kesembuhan sangat baik dalam beberapa hari terakhir ini dimana jumlah yang sembuh telah mencapai angka 61 persen atau 1949. Sementara kasus meninggal sebanyak 35 atau 1 persen.
Kontak sebanyak 3036, Suspek sebanyak 586 dan probabel adanya kematian, namun hasil pemeriksaan PCR belum keluar dan pasien telah dinyatakan meninggal sebanyak 14.
Total yang telah melakukan pemeriksaan PCR dan TCM sebanyak 32224 sampel.
Ia menjelaskan, tambahan 21 kasus baru berasal dari kabupaten Mimika sebanyak 10 kasus, Biak Numfor 3 kasus, Tolikara 3 kasus, Nabire 1 kasus, kabupaten Jayapura 1 kasus dan Merauke 3 kasus.
Ada pun tambahan kasus sembuh sebanyak 15 orang yang berasal dari kota Jayapura sebanyak 11 orang, Jayawijaya 1 orang dan Nabire 3 orang.
Menurutnya ada beberapa penekanan khusus menyangkut kasus-kasus yang ditemukan teristimewa di Merauke.
“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa untuk kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas yang sudah dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 di Merauke,” katanya.
Walaupun penambahannya sedikit, ucapnya, namun dalam beberapa hari belakangan ini ada tambahan kasus di Merauke.
Untuk itu, terangnya, pihaknya minta perhatian Pemkab Merauke, khususnya Tim Gugus Tugas Covid-19 setempat, untuk memantau pergerakan dari pada orang dengan sangat ketat.
Ia menerangkan dengan adanya pembukaan jalur-jalur penerbangan ini bermakna bahwa virus ini akan bergerak melalui orang-orang yang bergerak ke kabupaten- kabupaten.
Dikatakan cara untuk mengantisipasi ini adalah tak boleh mengendorkan upaya treeasing harus tetap terus dilakukan dengan memantau dengan melakukan pemeriksaan, baik rapid test antigen maupun pemeriksaan PCR atau TCM.
“Kami juga memberikan perhatian kepada kabupaten Tolikara yang malam hari ini ada tambahan 3 kasus,” tukasnya.
Ditambahkannya, hal yang sama juga berlaku bagi Biak Numfor, karena dari data yang ada adalah salah-satu kabupaten yang walaupun menjadi episentrum.
Namun angka kesembuhannya sangat baik sekali satu kasus kematian, yang pernah dilaporkan di hari-hari sebelumnya adalah kasus yang berasal dari salah-satu ABK dari Kapal Pelni. **













