Kasus Pertama Petugas Kesehatan di Papua Meninggal Dunia karena Covid-19

Juru Bicara Satgas Pengendalian Pencegahan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule. (Foto: Istimewa).

Oleh: Nethy DS|

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Hari ini kasus meninggal dunia akibat covid-19 di Papua bertambah tiga orang dan salah satunya petugas kesehatan.

‘’Ini adalah kasus pertama di Papua dimana salah seorang petugas kesehatan terbaik kami meninggal dunia karena terpapar covid-19,’’ terang Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Dokter Silwanus Sumule di media center Kantor BPBD Provinsi Papua, Skyland Jayapura.

Kematian petugas kesehatan pertama di Papua ini menurut Sumule merupakan pukulan bagi semua petugas kesehatan di Papua, karena ditengah kerja keras untuk menahan laju penyebaran virus ini salah satu petugas kesehatan meninggal dunia karena virus tersebut.

‘’Kejadian ini betul-betul  memukul kami seluruh petugas kesehatan di Papua.  Saya ingin sampaikan kepada oknum-oknum masyarakat yang mengatakan penyakit ini rekayasa, buat-buatan kami petugas kesehatan, tetapi hari ini juga dalam pergumulan kami, dalam kerja keras kami untuk menahan laju penyebaran penyakit ini salah satu petugas terbaik kami yang harus terdampak akibat penyakit ini,’’ jelas Sumule.

Ketiga pasien yang meninggal hari ini semuanya perempuan dan disertai dengan penyakit bawaan. Ny  ES (43) dirawat  di salah satu rumah sakit pemerintah Papua dinyatakan covid-19  disertai penyakit sirosis hepatis, Ny MR (65)  dirawat di salah satu rumah sakit mitra positif covid disertai  penyakit ginjal menahun dan Ny F (44) positif covid-19 disertai penyakit obesitas dan malaria,

‘’Segenap Satgas Covid-19 menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada  seluruh keluarga yang ditinggalkan dan Tuhan akan berikan penghiburan kepada kita sekalian. Penghargaan kami yang setinggi-tingginya kepada seluruh petugas kesehatan yang telah berupaya sedemikan rupa memberikan penanganan terbaik kepada pasien dengan segala keterbatasan yang kita miliki, namun Tuhan berkehendak lain,’’ jelasnya.

Dengan meningkatnya jumlah pasien covid-19 di Papua menurut Sumule menjadi warning bagi semua masyarakat untuk tetap menjalankan protocol kesehatan, selalu menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, tetap jaga jarak dan menghindari kerumunan karena sangat berisiko untuk saling menularkan.

Peningkatan jumlah pasien covid-19 juga berisiko tinggi pagi petugas  kesehatan baik yang ada di puskesmas maupun yang ada di rumah sakit karena meningkatnya  juga kontak dengan pasien yang positif. ‘’Mungkin kami bisa gunakan APD tetapi kalau kasusnya banyak risiko terpapar juga meningkat,’’ jelasnya.

Sumule terus memberikan semangat dan dukungan kepada seluruh petugas kesehatan agar tetap menjalankan tugas yang menjadi panggilan hidupnnya dalam situasi apapun yang dihadapi.

‘’Tetap jalankan panggilan luhur profesi kita, berikan  pelayanan kepada masyarakat ingat sumpah kita kepentingan pasien di atas segala-galanya. Tetap semangat, tetap pertahankan kinerja  bapak-bapak ibu-ibu rekan sejawat petugas medis baik yang ada di Puskesmas maupun yang ada di rumah sakit,’’ jelasnya.

Dengan bertambahnya tiga tiga orang meninggal dunia maka total pasien covid-19 yang meninggal dunia di Papua berjumlah 30 orang atau 1 persen, dengan rincian di Kota Jayapura 22 orang, Mimika 6 orang dan Kabupaten Jayapura 2 orang.

Sampai saat ini jumlah kumulatif pasien covid-19 sebanyak 2574 dengan rincian dirawat 1304 pasien atau 51%, sembuh 1240 atau 48% dan meninggal dunia 30 orang atau 1%. **