Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, YAPEN—Sebanyak 25 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, menyerahkan diri dan kembali ke pangguan NKRI di Mapolres Kepulauan Yapen di Serui, Selasa (21/12/2021).
Penyerahan diri 25 anggota KKB ini didampingi Tokoh Adat Kampung Ambaidiru, Simson Rawai dan Kepala Kampung Ambaidiru Yohan Karubaba.
Turut hadir Kapolres Yapen AKBP Ferdiyan Indra Fahmi, SH, SIK, Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Catur Prasetiyo Nugroho, SIP, MIP, Asisten II Sekda Kabupaten Kepulauan Yapen Edi Niko Mudumi dan Kakesbangpol Kabupaten Kepulauan Yapen Sony Woria.
Setelah menyambut kedatangan 25 anggota KKB tersebut, Kapolres Yapen mengatakan atas nama pribadi dan seluruh personel Polres Kepulauan Yapen, Kodim 1709/Yawa dan Pemkab Yapen menyambut baik upaya nyata dari semua pihak untuk hadir dan menyerahkan diri untuk menyatakan diri bahwa semua adalah bagian dari NKRI.
“Tidak ada lagi perjuangan-perjuangan yang sifatnya mengangkat senjata mengatasnamakan Papua merdeka, untuk melakukan perlawanan apalagi sampai membahayakan keselamatan saudara kita sendiri termasuk aparat keamanan,” kata Kapolres.
“Kami semua hadir bukan sebagai musuh, melainkan bersama-sama berdampingan dengan seluruh masyarakat untuk memajukan kabupaten Kepulauan Yapen secara umum Papua dan secara luas NKRI,” jelas Kapolres.
Untuk itu, Kapolres mengucapkan banyak terima kasih dan menerima secara terbuka, kemudian kami siap untuk membina dan mendampingi terus serta akan memberikan wawasan yang nanti akan kita jadwalkan secara berkesinambungan.
Dikatakan dari sisi pendampingan yaitu melatih keterampilan yang mengarah kepada pekerjaan atau mata pencaharian. Kami punya komitmen yang tinggi untuk membantu seluruh masyarakat di Kampung Ambaidiru.
“Inilah langkah positif kami sebagai aparat keamanan di wilayah ini,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Dandim 1709/Yawa mengatakan keberadaan TNI dan Polri bukan untuk menakut-nakuti, tapi semuanya ingin memajukan pembangunan yang ada di wilayah kabupaten Kepulauan Yapen.
“Sesuai dengan petunjuk Panglima TNI bahwa kita semua perlu menyadarkan saudara-saudara bahwa kita ini masih dalam naungan NKRI,” kata Dandim.
“Kami sangat bangga dan senang dengan kesadaran yang tinggi mau kembali ke pangkuan ibu pertiwi NKRI,” tambah Dandim.
Dandim mengharapan kepada Kepala Kampung tetap memberikan arahan yang benar, dan komitmen bersama bahwa akan membantu semaksimal mungkin dengan kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga tak ada lagi daerah yang tertinggal, dan tidak ada lagi kata merdeka, karena kita sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945.
Lebih lanjut Dandim berharap kepada bapak Kepala Kampung apabila masih ada saudara-saudara kita yang belum menyerahkan diri untuk memberitahukan bahwa Kodim 1709/Yawa dan Polres Kepulauan Yapen siap menerima dan pintu kami selalu terbuka lebar.
“Sebagai Dandim 1709/Yawa kami sudah berkomitmen dan akan turun langsung ke Kampung Ambaidiru untuk memberikan edukasi wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air kepada seluruh warga, agar memiliki jiwa kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang tinggi kepada NKRI, khususnya wilayah Yapen yang kita cintai dan banggakan ini,” harap Dandim.
Salah satu mantan anggota KKB Kampung Ambaidiru, J. Karubaba juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah bersedia menerima kembali kelompoknya ke NKRI.
“Kami mau kembali dan bersatu ke NKRI, terima kasih atas kepedulian yang diberikan dan menyambut kami dengan baik serta memberikan kami lapangan pekerjaan yang layak,” kata Karubaba
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengucapan ikrar kesetiaan terhadap NKRI oleh 25 mantan KKB dan diteruskan dengan mencium bendera merah putih. **












