Oleh: Vina Rumbewas |
PAPUAIndside.com, WAMENA – Gubernur Papua yang diwakili Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah Papua Befa Yigibalom resmi membuka Kongres Pertama Pemajuan Kebudayaan Asli Sebagai ”Role Model” Wilayah Adat Lapago di Kabupaten Jayawijaya, yang berlangsung di Gedung Aithousa GKI Betlehem Wamena, Rabu (07/04/2021)
Saat membaca sambutan gubernur, Befa Yigibalom mengatakan, sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, menjadi satu kewajiban untuk terus menjaga, mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai budaya Asli Orang Papua (OAP) yang ada di lima wilayah adat, lebih khusus wilayah adat Lapago.
“Di era globalisasi yang semakin maju, sangat penting dilaksanakannya kongres sebagai wadah untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dari generasi usia lanjut ke generasi milenial dan generasi muda,” ungkap Befa.
Sehingga diharapkan kongres pertama ini menjadi menjadi tolak ukur untuk terwujudnya kemajuan kebudayaan asli di wilayah adat Lapago.
Karena menurutnya kebudayaan adalah hasil rasa dan karya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup yang sangat kompleks bersifat gagasan, pengetahuan, bahasa, moral, etika, adat istiadat dan Iain sebagainya, sementara kebudayaan asli adalah kebudayaan yang berasal dari daerah itu sendiri dan tidak bercampur dengan kebudayaan lain.
“Berjalannya waktu perkembangan perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi digital, teknologi transportasi dan komunikasi serta informatika membuka akses yang sangat luas sehingga tidak banyak desa atau kampung yang mampu mempertahankan tradisi nilai-nilai luhur dari warisan leluhur yang mengakibatkan tradisi tersebut lama kelamaan akan punah,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua dalam sambutannya berharap kongres yang dilaksanakan ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang bermanfaat bagi pengembangan budaya di wilayah Lapago.
“Saya berharap kongres yang dilaksanakan dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang bermanfaat dan dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi penting dan berbagai kebijakan strategis untuk mempertahankan warisan leluhur yang ada di wilayah Lapago,” katanya.
Kegiatan kongres budaya ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari yakni mau tanggal 7 hingga 9 April nanti. **













