Tahun Ini Pemerintah Targetkan Cetak 700 Hektare Sawah di Jayawijaya

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Hendri Tetelepta, (Foto: Papuainside.id/RF)

Oleh: RF  I

PAPUAINSIDE.ID, WAMENA–Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya melalui program Cetak Sawah untuk Rakyat (CSR) di tahun 2026 ini akan mencetak 700 Hektare sawah yang tersebar di delapan distrik di Jayawijaya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Hendri Tetelepta mengungkapkan, MoU program ini telah ditandatangani pada Mei lalu, dan untuk pelaksanaannya dinas pertanian berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayawijaya sesuai arahan kementan.

“Tugas pokok kami di dinas pertanian tahun 2026 ini kami akan mencetak sawah di Jayawijaya seluas 700 Hektare di 8 distrik, dan cetak sawah ini kita menggunakan sistem Swakelola Tipe 2,” ungkap Hendri kepada wartawan di Gedung DPRK Jayawijaya, Rabu (22/7/2026).

Ia melanjutkan, pembagian tugas dalam program CSR ini cukup jelas dimana untuk penanaman akan menjadi tanggung jawab dinas pertanian, sementara pelaksanaan konstruksi pencetak sawah akan dikerjakan dinas PU.

“Yang menjadi tanggung jawab kami dinas pertanian itu budi daya dan penanaman, nanti yang menyangkut konstruksi nanti ada di teman-teman PU,” jelas kadis pertanian.

Program ini, kata Hendri, bersumber dari APBN yang langsung masuk ke rekening dinas terkait, tidak melalui rekening daerah.

“Anggaran program ini dari APBN, tidak lewat daerah. Jadi langsung masuk ke rekening PU, pengaturan dan pengelolaan kewenangan nanti di PU,” terangnya.

Pada kesempatan itu, kadis pertanian juga menjelaskan program CSR berbeda dengan Proyek Strategis Nasional (PSN), CSR merupakan program yang dilaksanakan di lokasi milik masyarakat namun dikerjakan kementerian dan akan dikembalikan ke masyarakat.

“CSR ini lokasi-lokasinya punya masyarakat, dikerjakan oleh kementerian pertanian, setelah ditanam dikembalikan ke masyarakat, bukan jadi milik pemerintah,” jelasnya.

Sementara PSN merupakan program nasional berskala besar yang kawasannya mencakup ribuan bahkan jutaan hektare.

“PSN dan CSR itu beda, CSR itu cetak sawah untuk rakyat, kalau PSN itu kawasannya ribuan bahkan jutaan hektare, jadi itu harus kita bedakan,” tuturnya.

Kadis pertanian juga menegaskan bahwa program CSR kerjasama kementan dan pemerintah kabupaten Jayawijaya ini baru pertama kali dilaksanakan yakni di tahun 2026 ini. **

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *