Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Resmi Diluncurkan

Bupati Tolikara, Willem Wandik, SSos resmi meluncurkan Festival Etnik Religi Tolikara 2026, Selasa (21/7/2026). (Foto: Pemda Tolikara)

Oleh: RF  I

PAPUAINSIDE.ID. KARUBAGA–Bupati Tolikara, Willem Wandik, SSos resmi meluncurkan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Tolikara, Igari, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini dijadwalkan 12–13 Agustus 2026.

Acara diawali dengan ibadah singkat, pengukuhan panitia, serta penampilan budaya yang menggambarkan sejarah masuknya Injil di Lembah Tolikara.

Ceremoni pembukaan semakin semarak dengan penampilan 100 pemain ukulele dari para pelajar di kota Karubaga, yang membawakan pujian dan lagu rohani sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan festival perdana tersebut.

Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt Aten Yikwa, STh, MTh, yang menyampaikan firman Tuhan dari 1 Petrus 4:10–11 dengan tema “Melayani Tuhan Melalui Karunia.”

Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh panitia dan masyarakat untuk melayani Tuhan dengan talenta yang dimiliki serta bekerja dengan sungguh-sungguh karena Festival Etnik Religi Tolikara 2026 merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Tolikara.

Usai ibadah, Bupati Willem Wandik langsung mengukuhkan Panitia Festival Etnik Religi Tolikara 2026 dan menyampaikan bahwa festival tersebut akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Tolikara yang diselenggarakan setiap bulan Agustus sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah masuknya Injil dan pelestarian budaya masyarakat Tolikara.

“Festival ini akan menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Agustus. Budaya dan agama adalah dua hal yang saling melengkapi dan saling mendukung dalam kehidupan masyarakat. Iman tanpa budaya akan terasa kering,” ujar Bupati melalui Siaran Pers, Selasa (21/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan terdapat tiga kegiatan utama yang menjadi prioritas dalam Festival Etnik Religi Tolikara 2026, yaitu Tarian Kolosal Masuknya Injil di Lembah Tolikara, Lendawi (Tradisi Ratapan), serta Atraksi Tandem Paralayang yang akan menjadi daya tarik utama festival.

Bupati juga mengarahkan Ketua Panitia, Son Imbiri, agar segera menyusun jadwal dan seluruh persiapan kegiatan sejak dini sehingga pelaksanaan festival dapat berjalan dengan baik.

Menurut Willem Wandik, festival ini dipersembahkan sebagai penghormatan kepada para orang tua dan para pembawa Injil yang telah meletakkan dasar kehidupan iman masyarakat Tolikara.

“Festival ini kami persembahkan untuk menghormati para orang tua kami yang telah menerima Injil dengan sukacita, serta para pembawa Injil yang telah datang membawa terang keselamatan ke Tanah Tolikara. Dari Tolikara, pelayanan Gereja Injili Indonesia (GIDI) di Tanah Papua kemudian berkembang ke berbagai daerah lainnya,” katanya.

Melalui Festival Etnik Religi Tolikara 2026, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap generasi muda semakin mencintai budaya lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan sehingga warisan sejarah masuknya Injil dan kekayaan budaya Tolikara tetap terpelihara dari generasi ke generasi.

Ketua Panitia Festival Etnik Religi Kabupaten Tolikara 2026, Herbet S Imbiri, SAP menyampaikan bahwa Festival ini mengajak Masyarakat untuk kembali mencintai budaya sekaligus memperkuat kehidupan iman sebagai dasar membangun masa depan. Dari tanah Injil Papua Pegunungan, festival etnik religi Tolikara membawa pesan yang sederhana tetapi sangat bermakna, yakni damai, kasih, dan harapan.

“Festival ini menjadi inspirasi bahwa pembagunan yang berhasil selalu dimulai dari manusia yang mengenal jati dirinya, hidup dalam iman, dan menjaga persaudaraan,” pungkas Herebet. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *