Oleh: RF I
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan, Festus Menasye Asso, ST, menggelar kunjungan reses di Pos PI Gereja Kemah Injil (KINGMI) Tanah Papua, Hepuba, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan panen ubi jalar bersama jemaat. Dalam kesempatan itu, Festus menyerahkan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada Panitia Pembangunan Gedung Gereja Pos PI KINGMI Hepuba.
Bantuan diterima langsung oleh panitia dan disaksikan oleh jemaat yang hadir.
Usai tatap muka dan diskusi bersama masyarakat, Festus meninjau langsung progres pembangunan gedung gereja yang kini telah mencapai sekitar 90 persen. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama jemaat.
Festus mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmennya setelah sebelumnya berjanji memberikan dukungan saat peletakan batu pertama pembangunan gereja pada 2025.
“Kami bersyukur hari ini bisa hadir dalam rangka reses sekaligus panen ubi. Pada 2025 saat peletakan batu, kami berjanji memberikan dukungan untuk pembangunan gereja ini. Puji Tuhan, di 2026 ini bisa kami realisasikan,” ujar Festus.
Menurut Festus, Pos PI Hepuba memiliki nilai sejarah dalam perjalanan penyebaran Injil di wilayah Lembah Baliem. Ia berharap pembangunan gedung gereja dapat segera diselesaikan dan digunakan oleh jemaat.
Festus juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan reses akan dilanjutkan ke sejumlah wilayah, termasuk Distrik Maimah dan Wosi, untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat serta pembangunan fasilitas keagamaan.
Sementara itu, Simson Asso mewakili Panitia Pembangunan menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Festus Menasye Asso dan berbagai pihak terhadap pembangunan gedung gereja.
Menurut Simson, pembangunan gereja telah mencapai sekitar 90 persen. Bantuan Rp 50 juta yang diterima akan dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian sisa pekerjaan.
“Kami akan menyelesaikan 10 persen yang masih tersisa secepatnya agar jemaat bisa masuk dan beribadah di gereja ini,” kata Simson.
Ia berharap dukungan dari pemerintah, anggota legislatif, serta masyarakat terus berlanjut hingga pembangunan gedung gereja tersebut dapat diselesaikan 100 persen.
Kegiatan reses, panen ubi jalar, penyerahan bantuan, dan peninjauan pembangunan gereja berlangsung dalam suasana kekeluargaan serta berjalan aman, lancar, dan khidmat. **













