Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside.com, SENTANI—Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 tetap dihelat di Papua sesuai jadwal yakni 2-15 Oktober 2021. Namun mengacu pada Olimpiade Tokyo, Jepang pada 23 Juli-8 Agustus 2021, terutama penerapan protokol kesehatan terkait Covid-19.
“Kita semua mengharapkan, agar pandemi Covid-19 makin menurun dan bisa diatasi, terutama terkait dengan kehadiran penonton. Saya yakin masyarakat Papua ingin menonton, tapi nanti dilihat perkembangan Covid-19. Kami menunggu kebijakan Satgas Covid-19, supaya kita semua selamat dari Covid-19,” jelas Ketua Pengawas dan Pengarah (Wasrah) PON XX Papua tahun 2021 Suwarno, saat menyampaikan keterangan pers, usai penutupan Chef de Mission (CdM) Meeting II PON XX tahun 2021 Papua di Suni Garden Lake Hotel and Resort, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (9/4/2021).
Diketahui Menpora Zainudin Amali usai rapat terbatas membahas PON XX Papua bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pihak pihak terkait di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/3/2021), mengatakan pemerintah juga akan mempelajari pelaksanaan even olahraga nasional selama pandemi Covid-19 di Olimpiade Tokyo.
Dikatakan Suwarno jika Olimpiade Tokyo gagal, maka Jepang akan kehilangan peluang, untuk menjadi tuan rumah Olimpiade berikutnya, karena Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memutuskan Olimpiade 2024 di Paris, Perancis, sehingga Jepang akan berusaha maksimal, agar Olimpiade terlaksana.
Oleh karena itu, terangnya, Jepang kini sangat membatasi tamu yang berkunjung ke Jepang, kecuali atlit dan official. Dan itu pun menggunakan protokol kesehatan. Jepang juga memperlakukan tanpa penonton dan lain-lain.
“Kami akan mengacu pada Olimpiade Tokyo. Kalau Jepang bisa kenapa kita tidak. Situasi Jepang dan situasi kita itu berbeda,” tuturnya. Kita berdoa, supaya PON XX Papua bisa dilakukan, meskipun kita mengacu kepada Olimpiade Tokyo, tapi kita mempunyai kekhususan,” pungkasnya. **













