Pj Bupati Tolikara: Jaga dan Lindungi Hutan Demi Masa Depan Anak Cucu Kita

Pj Bupati Tolikara Marthen Kogoya, SH, saat memperingati hari lingkungan hidup se-dunia di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (5/6/2023). (Foto: Humas Pemkab Tolikara)

Oleh: Makawaru da Cunha

PAPUAinside.id, KARUBAGA—Penjabat (Pj) Bupati Tolikara Marthen Kogoya, SH, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga hutan, demi masa depan anak cucu.

Hal itu disampaikannya pada saat memperingati hari lingkungan hidup se-dunia di Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (5/6/2023).

“Hutan adalah jantung kehidupan di bumi, membantu dalam mengatasi segala hal. Mari pulihkan hutan! Kita jaga hutan untuk anak cucu kita di masa depan,” ungkap Marthen.

Adapun peringatan hari lingkungan hidup se-dunia di Kabupaten Tolikara, dengan melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan dari sampah di Kota Karubaga dan penanaman pohon dan pembagian bibit pohon  buah kepada masyarakat.

“Kegiatan hari ini yakni menanam anakan bambu 1.600 pohon, menanam 30 pohon nangka dan menanam 30 pohon alpokat. Semua pohon hari kita tanam di sepanjang aliran sungai Kano di Ampera dan sungai Kolime di Bandia. Nah pohon buah ini kedepan juga bisa bermanfaat bagi seluruh warga di sekitar bantaran sungai,” katanya.

Marthen mengungkapkan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masalah-masalah lingkungan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat bisa sadar akan pentingnya menjaga lingkungan tempat masyarakat bermukim serta terhindar dari bahaya kerusakan dan pencemaran.

“Jangan sampai limbah sampah mencemari lingkungan pemukiman warga. Lalu penebangan pohon, akibat pembangunan menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Marthen mengatakan peringatan hari lingkungan sedunia pertama kali diselenggarakan di Kota Stockholm, Swedia pada tanggal 5 Juni 1972  atau 51 tahun lalu. Ketika itu Majelis Umum PBB menyelenggarakan konferensi lingkungan hidup dengan slogan “hanya satu bumi”.

“Di kabupaten Tolikara ini baru yang pertama kali diselenggarakan. Diharapkan kegiatan ini dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan hidup melalui tindakan-tindakan yang sederhana yang dimulai dari diri kita,” paparnya.

Ia mencontohkan masyarakat secara individu tidak membuang sampah sembarangan, tapi dapat membuang sampah pada tempatnya. Sementara pada tingkat keluarga atau rumah tangga, melakukan tindakan sederhana dengan memilah sampah rumahan dan tidak membakar sampah yang dapat menimbulkan polusi udara.

“Untuk tingkat komunitas atau kelompok, peduli lingkungan dapat dilakukan dengan cara menanam pohon ditempat yang tandus, lahan kritis, sempadan sungai, sumber mata air, tebing rawan longsor dan pekarangan rumah serta melakukan aktivitas kebersihan secara gotong royong,” pungkasnya.

Marthen meyakini apabila kegiatan individu, rumah tangga dan kelompok masyarakat itu dilakukan, semua pihak di Kabupaten Tolikara sudah terlibat dalam menjaga bumi dengan cara sederhana demi generasi masa depan anak cucu kita.

“Mengutip dari situs World Environtment Day, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 adalah “Beat Plastic Pollution”. Tema ini menjadi pengingat bahwa tindakan masyarakat terhadap polusi plastik adalah hal yang penting,” katanya.

“Tanah Papua adalah bagian dari paru-paru dunia. Mari kita jaga, khususnya hutan di Tolikara yang masih asri. Jangan sampai dikemudian hari kita akan menyesal, akibat ulah kita sendiri,” imbuhnya. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *