Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Polisi berhasil mengidentifikasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang melakukan penyanderaan terhadap empat pekerja Tower BTS di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, beberapa waktu lalu.
Ka Ops Damai Cartenz-2023 Kombes Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan, empat korban tersebut mengaku disandera KKB.
Ia mengatakan bahwa yang melakukan penyanderaan adalah KKB Wilayah Ngalum/Kupel.
Menurut Faizal, dari keterangan korban menyatakan, kelompok tersebut membawa senjata api laras panjang dan senjata tajam, berupa parang serta menggunakan pakai loreng berbaret merah juga membawa bendera bermotif Bintang Kejora.
“Dari hasil pemeriksaan kepada empat korban penyanderaan, mereka mengaku, dianiaya oleh sekelompok orang yang merupakan kelompok KKB. Jadi dari pengakuan korban, para pelaku adalah dari kelompok KKB dan bukan warga masyarakat setempat,” tutur Ka Ops Damai Cartenz dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/5/2023).
Keempat korban menurutnya berhasil selamat berkat masyarakat dan para tokoh-tokoh di Distrik Okbab yang menghalangi aksi KKB.
Ia menjelaskan, para pelaku pun sudah teridentifikasi oleh penyidik.
“Hasil pemeriksaan penyidik terhadap korban seperti itu dan pelaku sudah teridentifikasi,” tutup Faizal.
Sebelumnya, penyanderaan pekerja proyek tower BTS oleh KKB terjadi di Distrik Okbab, Jumat (12/5/2023).
Empat pekerja proyek Tower BTS menjadi korban penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Penyanderaan dilakukan saat enam korban tiba di Lapangan Terbang Okbab, Jumat (12/5/2023) siang.
KKB yang melakukan penyanderaan sempat meminta uang tebusan sebesar Rp 500 juta. Dua korban lainnya dibebaskan hingga kembali ke Oksibil.
Keempat korban yang disander dan alami luka-luka antara lain Asmar, Peas Kulka, Senus Lepitalem dam Borme dan Fery.
Korban sempat dirawat di puskesmas setempat. Polisi dan Pemda kemudian melakukan negosiasi dibantu tokoh masyarakat setempat, sehingga korban dibebaskan dan berhasil dievakuasi ke Oksibil, Senin (15/5/2023). **













