Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kota Jayapura masa bakti 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua YJI Cabang Provinsi Papua Suzanna D. Wanggai, S.Pd., M.Soc.Sc di Hotel Grand Abe, Abepura, Kota Jayapura, Jumat (28/8/2026).
Pelantikan dihadiri Pembina YJI Cabang Kota Jayapura yang juga Wakil Wali Kota Jayapura Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan memperkuat upaya pencegahan penyakit jantung melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Ketua YJI Cabang Provinsi Papua, Suzanna D. Wanggai, S.Pd., M.Soc.Sc., menyematkan PIN kepada Ketua YJI Cabang Kota Jayapura, Iriansyah, S.H., M.H., saat pelantikan pengurus masa bakti 2026–2031 di Hotel Grand Abe, Abepura, Kota Jayapura, Jumat (28/8/2026). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Ketua YJI Cabang Kota Jayapura, Iriansyah, S.H,M.H mengatakan pelantikan pengurus YJI Kota Jayapura menjadi momentum bersejarah sekaligus memiliki landasan historis bagi keberadaan organisasi tersebut di Tanah Numbay.
Menurutnya, pelantikan yang berlangsung pada 28 Agustus 2026 menjadi awal bagi YJI Kota Jayapura untuk mulai menjalankan berbagai program dan kegiatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung.
“Pelantikan hari ini merupakan momentum sejarah dan memiliki landasan historis bagi keberadaan YJI Kota Jayapura. Mulai hari ini, YJI Kota Jayapura akan memulai aktivitasnya di Tanah Numbay yang sama-sama kita cintai,” kata Iriansyah.
Ia menambahkan, tanggal 28 Agustus selanjutnya akan menjadi momentum penting bagi YJI Kota Jayapura untuk memperingati hari ulang tahun organisasi tersebut setiap tahun.
“Artinya, setiap 28 Agustus setiap tahunnya kita akan merayakan HUT YJI Kota Jayapura,” ujarnya.
Iriansyah menjelaskan, menerjemahkan visi dan misi YJI sebagai pelopor gaya hidup sehat bukanlah pekerjaan sederhana. Pelaksanaannya membutuhkan kerja sama berbagai pihak karena tantangan yang dihadapi cukup besar.
Karena itu, dalam kepengurusan baru, YJI Kota Jayapura akan memberikan perhatian khusus pada misi kelima YJI, yakni membangun kemitraan. Kemitraan tersebut akan dilakukan dengan Pemerintah Kota Jayapura melalui instansi terkait, serta pihak swasta dan berbagai lembaga pemerintah lainnya.
“Dalam menerjemahkan visi dan misi YJI sebagai pelopor gaya hidup sehat dengan mengimplementasikan lima misi YJI, tentu bukanlah hal yang sederhana. Suksesnya visi dan misi YJI akan menghadapi banyak tantangan,” katanya.
“Oleh karena itu, pada kepengurusan yang baru ini saya akan berkonsentrasi mengimplementasikan misi yang kelima, yakni kemitraan. Kami akan membangun kemitraan dengan Pemerintah Kota Jayapura melalui instansi terkait, selain itu juga dengan pihak swasta dan instansi pemerintah lainnya,” lanjut Iriansyah.
Menurut dia, penguatan kemitraan menjadi penting agar pelaksanaan empat misi YJI lainnya dapat berjalan lebih optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Kota Jayapura.
“Dengan kemitraan ini, kerja-kerja YJI dalam mengimplementasikan misi satu hingga empat tidak sulit kita capai. Tentunya kami ingin agar kegiatan-kegiatan YJI bisa dirasakan sentuhannya oleh seluruh masyarakat Kota Jayapura,” ujarnya.
Iriansyah juga menyampaikan, pengurus YJI Cabang Kota Jayapura yang dilantik berjumlah 29 orang, terdiri atas 20 pegiat Senam Jantung Sehat, enam tenaga perawat medis profesional, satu dokter umum, dan dua dokter spesialis jantung.

Rustan mengatakan Pemerintah Kota Jayapura siap menjadi mitra YJI dalam menjalankan program kesehatan jantung.
“Pemerintah Kota Jayapura menyampaikan selamat kepada pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kota Jayapura yang telah dilantik. Pemerintah kota siap menjadi mitra dan bersinergi dalam mendukung berbagai program serta kegiatan YJI,” kata Rustan.
Rustan mengatakan, penyakit jantung perlu mendapat perhatian karena potensi warga Kota Jayapura yang mengalami penyakit tersebut cukup tinggi. Karena itu, YJI diharapkan aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak hanya memeriksakan kesehatan ketika sudah sakit.
“Kami meminta pengurus YJI yang baru untuk terus melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Edukasi diperlukan untuk mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini cenderung memeriksakan kesehatan hanya ketika sudah sakit,” ujarnya.
Rustan juga mendorong YJI memperluas kepengurusan hingga tingkat distrik agar kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi dapat lebih dekat dengan masyarakat.
Pemerintah Kota Jayapura, kata dia, siap memberikan ruang bagi organisasi sosial dan komunitas, termasuk YJI, untuk menjalankan program yang bersinergi dengan pemerintah. Dukungan dapat dibicarakan sesuai kebutuhan organisasi dan program yang dijalankan.

Dari sisi medis, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Anastasia Febryanti Nahumury, Sp. JP mengatakan penyakit jantung tidak hanya menyerang orang lanjut usia, tetapi juga dapat terjadi pada kelompok usia muda.
“Masih cukup banyak pasien dengan keluhan maupun penyakit jantung yang datang untuk mendapatkan pengobatan,” kata Anastasia.
Menurut dia, pencegahan perlu diperkuat melalui penyuluhan dan edukasi, termasuk di sekolah-sekolah. Masyarakat juga perlu memahami gejala penyakit jantung dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan.
“Ketika mengalami keluhan, masyarakat harus segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Namun, yang paling penting adalah melakukan pencegahan sejak awal melalui edukasi mengenai kesehatan jantung,” ujarnya.

Dengan terbentuknya YJI Cabang Kota Jayapura masa bakti 2026–2031, kolaborasi antara organisasi, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit jantung di Kota Jayapura.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan mendorong masyarakat lebih sadar menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika ditemukan adanya keluhan atau risiko penyakit jantung. **













