Oleh: Vina Rumbewas |
PAPUAInside.com,WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berkomitmen untuk menjamin kesehatan seluruh mahasiswa/i asal Jayawijaya yang sementara menjalani studi di luar kota Wamena.
“Mahasiswa Jayawijaya yang ada di kota studi di luar Jayawijaya yang tidak punya BPJS bisa memberikan kita KTP atau KK untuk di data dan didaftarkan ke BPJS agar mereka bisa mendapatkan hak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik di kota studinya,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, Senin (19/09/2022).
Menurut Banua, dengan memiliki kartu jaminan kesehatan tentu akan mempermudah mahasiswa saat berada di kota studi apabila suatu waktu memerlukan pelayanan kesehatan.
“Apabila ada yang sakit di kota studi mereka bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan cepat dan baik. Saya harap ini bisa diperoleh seluruh mahasiswa Jayawijaya,” pungkasnya.
Pada kesempatan berbeda, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Wamena Freda Yanne Imbiri mengungkapkan hingga saat ini baru 43 orang mahasiswa/i Jayawijaya yang terdata pada pihaknya dan kartu jaminan kesehatannya telah tercetak dan siap diserahkan.
“Ada 43 data mahasiswa, dimana memang menjadi komitmen bapak bupati untuk mendaftarkan seluruh mahasiswa Jayawijaya yang pendidikan di luar Wamena ini akan dicover dalam program JKN-KIS dan data awal yang kami terima ada sekitar 43 mahasiswa,” ungkapnya.
Menurutnya, proses verivikasi telah dilakukan tinggal menunggu data tempat atau kota studi masing-masing mahasiswa penerima jaminan kesehatan, karena menurutnya hal tersebut akan berkaitan dengan akses pelayanan kesehatan bila nanti yang bersangkutan sakit dan akan mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Jadi akses pelayanan ini terkait dengan seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS. Misalnya mahasiswa ini terdaftar di Jogja maka fasilitas kesehatan mana yang terdekat dengan mahasiswa tersebut,” katanya.
Ferda menambahkan, pihaknya berharap di bulan september pihaknya bisa menyerahkan 43 kartu kesehatan mahasiswa, sehingga nantinya pemda bisa secara langsung menyerahkan kepada para mahasiswa pemilik jaminan kesehatan.
43 mahasiswa penerima jaminan kesehatan ini merupakan penerima awal, karena data mahasiswa lainnya masih direkap dan diverivikasi.
“Informasi Bappeda Jayawijaya data mahasiswa sementara diverifikasi kembali, tetapi data fix yang kami terima ada 43 mahasiswa, dan mudah-mudahan dibulan ini kami bisa cetak kartunya dan serahkan ke pemda,” pungkasnya. **













