Oleh: Ignas Doy I
PAPUAInside.com, JAYAPURA—Bupati Yahukimo Abock Busup menegaskan, pihaknya menjamin keamanaan semua warga, pasca pembunuhan sadis Staf KPU Yahukimo dan seorang warga sipil yang terjadi dua pekan belakangan ini di Dekai, ibukota Yahukimo.
Bupati Aboc yang dikonfirmasi usai perayaan HUT ke-22 di Swiss-Belhotel Papua, Jayapura, Minggu (23/08/2020) mengatakan, peristiwa pembunuhan ini adalah pidana murni dan tak ada kaitannnya dengan Pilkada Serentak di Yahukimo.
“Polisi telah kantongi identitas dua pelaku pembunuhan tersebut. Saya juga minta Pak Kapolres menyebut inisial para pelaku di media. Mereka berasal dari kelompok tertentu,” katanya.
Oleh karena itu, ujarnya, pihaknya telah menyampaikan kepada Kapolres Yahukimo, untuk segera menangkap dan proses hukum pelaku-pelakunya.
“Tak boleh kasih biarkan orang- orang seperti ini, karena selama ini kita hidup, makan dan tidur bersama tanpa membedakan orang pribumi dan orang pendatang,” katanya.
“Tangkap dan proses hukum tak ada lagi nego-nego lagi. Tak ada proses yang namanya urusan dengan adat,” terangnya.
Menurutnya, pihaknya mengutuk keras pembunuhan keji yang mengorbankan warga tersebut.
Sebelumnya, aksi pembunuhan staf KPU Yahukimo, Henry Jovinski (25) di Dekai, ibu kota Yahukimo, pada 12 Agustus 2020 lalu.
Ia ditikam orang tak dikenal pada bagian dada belakang dan depan, saat berboncengan dengan seorang rekannya saat pulang mengantarkan obat.
Selang 8 hari kemudian, tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2020, seorang warga ditemukan bersimbah darah di sekitar jalan bandara Dekai. Tubuh korban ditemukan penuh dengan anak panah.
Polisi menduga pelaku pembunuhan lebih dari satu orang. Hingga kini, pelaku dari dua kasus pembunuhan itu belum terungkap polisi. **













