Pasca Bentrok di Kasonaweja, Masyarakat Berharap Situasi Kembali Kondusif

Anggota Polres Mamberamo Raya yang dievakuasi dari Kasonaweja setelah bentrok antara oknum anggota TNI dan Polri mengakibatkan tiga anggota Polri meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. (foto: istimewa)

Oleh: Nethy DS | PAPUAInside.com, JAYAPURA—Tokoh masyarakat Mamberamo Raya Simon Bilasi berharap situasi keamanan di Kasonaweja secepatnya kembali kondusif pasca bentrok antara TNI/Polri yang mengakibatkan tiga anggota Polri meninggal dunia dan dua orang luka-luka.

‘’Kami sebagai tokoh masyarakata mengimbau pemerintah segera menangani masalah penembakan terhadap anggota Polri supaya situasi bisa kondusif kembali,’’ tulis Bilasi dalam WA menjawab pertanyaan PAPUAInside.com, Minggu (12/04/2020).

Dikatakan, saat ini fokus perhatian masyarakat di Mamberamo Raya khususnya di Kasonaweja adalah menjalankan anjuran Presiden untuk mewaspadai penyebaran covid-19, namun dikagetkan dengan peristiwa bentrok antara anggota TNI dan Polri.

‘’Bapa sebagai tokoh masyarakat jadi heran, karena sementara kita menghadapi penyakit corona yang telah dianjurkan Presiden Republik Indonesia untuk waspada dan berhati-hati. Oleh sebab itu kami tokoh masyarakat mengimbau pemerintah segera tangani masalah ini,’’ tulisnya.

Saat ini masyarakat masih melakukan aktifitas seperti biasa namun tetap waspada sambil menunggu perkembangan dari kasus bentrok tersebut.

Bentrok antara anggota TNI Yonof 755/Yalet dan anggota Polres Mamberamo Raya terjadi Minggu, 12 April 2020 sekitar pukul 07.40 WIT di Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal dalam rilisnya menyebutkan, bentrok yang berawal dari kesalahpahaman tersebut mengakibatkan tiga anggota Polres Mamberamo Raya meninggal dunia dan dua orang lainnya luka-luka akibat tembakan.

‘’Ketiga anggota Polri yang meninggal dunia adalah Briptu Marcelino Rumaikewi NRP 94030885 anggota Sat Reskrim Polres Mamberamo Raya, mengalami luka tembak satu kali pada leher bagian kanan, Bripda Yosias Dibangga NRP 99040613 anggota Sat Sabhara Polres Mamberamo Raya, mengalami luka tembak satu kali pada bagian leher kiri dan Briptu Alexander Ndun anggota Reskrim Polres Mamberamo Raya, mengalami luka tembak pada paha kiri,’’ tulis AM Kamal dalam rilis yang diterima PAPUAInside.com.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol CPL Eko Dariyanto mengatakan pasca bentrok tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan di TKP dalam rangka mendapatkan keterangan, fakta-fakta kronologis yang sebenarnya, yang mengakibatkan tiga anggota Polres Mamberamo Raya meninggal dunia. **