Para Pengibar Bintang Kejora Pertemuan di Padang Bulan Sebelum Beraksi

Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dan Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani saat menggelar jumpa pers. (Foto : Faisal Narwawan)

Oleh : Faisal Narwawan|

PAPUAInside.com, JAYAPURA – Dit Reskrimum Polda Papua hingga kini masih terus mengembangkan peristiwa pengibaran bendera bermotif bintang kejora di halaman GOR Cenderawasih pada Rabu 1 Desember 2021.

Aksi kedelapan pengibar bendera BK itu  terhenti saat melintas di depan Mapolda Papua. Mereka berencana melakukan long march hingga Pelabuhan Laut Jayapura.

Polisi hingga kini belum menyampaikan motif jelas pengibaran bendera BK di GOR Cenderawasih.

Namun dari hasil penyelidikan yang tengah dilaksanakan, Polda Papua menyebutkan aksi tersebut terlaksana dengan perencanaan yan baik.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto mengungkapkan, sehari sebelum BK berkibar di Kota Jayapura kedelapan pemuda telah melakukan pertemuan untuk merencanakan hal tersebut.

Pertemuan  dilaksanakan pada Selasa tanggal 30 November 2021  pukul 17.00 WIT s/d 21.00 WIT.

Para pengibar melakukan pertemuan di daerah Padang Bulan Abepura yang dipimpin oleh seseorang berinisial N.

Rapat dilaksanakan membahas  rencana Upacara Hari Kemerdekaan Papua yang akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 1 Desember 2021.

Ia mengungkapkan, N juga telah memerintahkan untuk melakukan upacara penaikan Bendera Bintang Kejora  di halaman GOR Cenderawasih.

“Untuk saudara N selaku pemimpin rapat  beserta beberapa orang lainnya masih dalam pencarian aparat kepolisian,” ungkap Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, Rabu (01/12/2021) malam.

Polda Papua pun membeberkan kronologi penaikan BK hingga para pelaku diamankan oleh personel jaga di depan Mapolda Papua, Rabu siang.

Pada Rabu siang, setelah melakukan penaikan Bendera Bintang Kejora ke delapan pemuda melakukan aksi long march ke arah pelabuhan Jayapura.

Peristiwa upacara dan juga long march inilah yang kemudian viral di media sosial.

“Pada hari Rabu tanggal 1 Desember 2021 pukul 13.15 WIT, Ke 8  pemuda  tiba di GOR Cenderawasih Jayapura, selanjutnya menaikan bendera Bintang Kejora di tiang Bendera GOR Cenderawasih Jayapura kemudian membentangkan pamflet serta melambaikan Bendera Bintang Kejora yang dipegang oleh koordinator aksi pengibaran Bendera Bintang Kejora  berinisial MY,” jelas Wakapolda.

Pukul 13.23 WIT, setelah melakukan kegiatan di Gor Cenderawasih, ke 8 orang pemuda tersebut berjalan keluar GOR Cenderawasih Jayapura kemudian berjalan menuju ke Pelabuhan Jayapura.

Pada saat melintas di depan Mapolda Papua, anggota Penjagaan Polda Papua mengamankan 8  orang pelaku ke Mapolda Papua.

“Anggota Sat Intelkam Polresta Jayapura Kota langsung menurunkan Bendera tersebut,” jelasnya lagi.

Dari delapan orang tersebut, terdapat pelaku yang diamankan karena mengambil dokumentasi pada saat anggota menurunkan bendera.

Kejar-kejaran sempat terjadi antara anggota Sat Intelkam Polresta Jayapura dan pelaku.

Polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku yang diduga merekam kejadian itu di samping Mall Jayapura.

Dari peristiwa tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa dua buah Bendera Bintang Kejora, satu  buah spanduk bertulisakan “self Ditermination for west Papua/stop melitarisme in west Papua.  Juga satu buah spanduk bertuliskan Indonesia segera membuka akses bagi tim investigasi komisi tinggi HAM PBB ke West Papua.

Polisi Dalami Motif Pelaku

Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani menambahkan, saat ini Dit Reskrimum Polda Papua sedang mendalami peran dan motif para pengibar bendera BK.

“Perannya seperti apa dan dari keterangan yang ada mereka sudah merencanakan dan sudah bertemu dan menaikan bendera, itu akan kami dalami,” ungkapya.

Ia mengatakan, penaikan bendera di tiang bendera depan GOR Cenderawasih dilakukan dalam tempo yang sangat cepat. “Intinya kami masih dalami,” katanya menjawab pertanyaan wartawan apakah kedelapan orang tersebut merupakan bagian dari salah satu organisasi di Papua.

Sebelumnya, video peristiwa pengibaran bendera BK di Kota Jayapura tersebar luas di media sosial.

Aksi nekat itu juga dinilai seperti sengaja dilakukan dekat dengan Mapolda Papua.**